Kolaborasi SPPG Jiken 1 dan Pemdes, 9 Rit Grosok Tutup Jalan Berlubang di Singonegoro

Blora (INFO MEDIA) – Kerusakan jalan kabupaten di Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditangani sementara melalui kerja bakti penutupan lubang menggunakan material grosok.

Penanganan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Desa Singonegoro, SPPG Jiken 1, TNI-Polri, Forkompimcam, dan masyarakat setempat.

Kepala SPPG Jiken 1, Chendy Ilyas Nugraha, mengatakan langkah tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga.

“Sebanyak sembilan rit grosok kami datangkan untuk menutup titik-titik kerusakan di ruas jalan dengan panjang penanganan sekitar 1 hingga 2 kilometer,” ujarnya di Blora, Senin.

Jalan di Desa Singonegoro merupakan akses penghubung antarwilayah dan menjadi jalur vital aktivitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pertanian, maupun mobilitas harian.

Camat Jiken, Joko Lelono, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun dalam penanganan sementara tersebut.

Ia mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam percepatan perbaikan infrastruktur.

“Kami menyadari kemampuan APBD terbatas, sementara banyak infrastruktur yang harus ditangani. Karena itu hari ini kami bergerak bersama. Ini gotong royong antara pemerintah desa, SPPG Jiken 1, dan warga. Ada donasi material dari SPPG Jiken 1 sebagai bentuk kepedulian, lalu kita kerjakan bersama untuk menutup lubang di jalan ini,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi solusi alternatif dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat. Di Kecamatan Jiken saat ini terdapat dua SPPG yang telah beroperasi.

“Alhamdulillah ada dua SPPG yang sudah berjalan di Jiken. Hari ini yang terlibat langsung adalah SPPG Jiken 1. Kami berharap ke depan ada perhatian juga dari pihak lain, mungkin dalam bentuk kepedulian yang berbeda,” tambahnya.

Kepala Desa Singonegoro, Sarji, menyampaikan kondisi jalan kabupaten di wilayahnya memang telah lama mengalami kerusakan, terutama di sejumlah titik berlubang cukup dalam dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Total panjang kerusakan di wilayah kami kurang lebih 4 kilometer. Untuk ruas yang paling parah sekitar 2 kilometer hingga arah Dungkraw,” jelasnya.

Ia menuturkan warga harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada malam hari atau saat musim hujan ketika lubang tergenang air dan tidak terlihat jelas.

“Sejauh ini belum ada laporan kecelakaan serius. Tapi tetap berisiko, apalagi saat hujan. Karena itu kami sangat bersyukur ada bantuan material ini,” ujarnya.

Sarji menambahkan, keterlibatan warga dalam kerja bakti menunjukkan tingginya kepedulian terhadap lingkungan dan infrastruktur desa.

Ia berharap penanganan sementara dengan grosok ini dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sembari menunggu perbaikan permanen dari pemerintah kabupaten.

Warga pun menyambut positif kegiatan tersebut.
Selain memperlancar akses transportasi, perbaikan sementara ini diharapkan mampu menekan potensi kerusakan kendaraan akibat jalan berlubang sekaligus mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kerusakan jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Jiken secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 4 kilometer. Di sejumlah titik seperti Ketringan dan Tempel, perbaikan sudah mulai dilakukan secara bertahap.

Sementara itu, untuk ruas jalan yang melintasi Desa Singonegoro hingga Jiworejo sepanjang kurang lebih 2 kilometer, hingga kini belum tersentuh perbaikan permanen dan masih dalam kondisi rusak.

Salah satu warga, Eko Sumarno, berharap ada perhatian lanjutan dari pemerintah daerah agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh.

“Beberapa titik seperti di Ketringan dan Tempel sudah diperbaiki. Tapi untuk ruas Singonegoro sampai Jiworejo yang kurang lebih 2 kilometer ini belum diperbaiki dan kondisinya masih banyak lubang,” ujarnya.

Ia mengapresiasi penanganan sementara tersebut, namun tetap berharap peningkatan kualitas jalan dilakukan secara permanen.

“Kami berterima kasih sudah ada gotong royong penutupan lubang sekitar 1 kilometer. Tapi harapannya tentu ada perbaikan permanen supaya lebih aman dan nyaman dilalui,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!