Kecewa Respons Gubernur, Warga Blora Turun ke Jalan Protes Kerusakan Ruas Randublatung–Cepu

Ratusan warga Randublatung menggelar aksi protes dengan menguruk jalan menggunakan grosok serta menanam pohon pisang di ruas Jalan Randublatung–Cepu, Minggu (31/5/2026). Ratusan warga Randublatung menggelar aksi protes dengan menguruk jalan menggunakan grosok serta menanam pohon pisang di ruas Jalan Randublatung–Cepu, Minggu (31/5/2026).

Blora (Info Media) – Kekecewaan warga terhadap kondisi jalan provinsi yang rusak di Kabupaten Blora kembali memuncak.

Ratusan warga Randublatung menggelar aksi protes dengan menguruk jalan menggunakan grosok serta menanam pohon pisang di ruas Jalan Randublatung–Cepu, Minggu (31/5/2026).

Aksi tersebut merupakan respons atas pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat kegiatan Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Kudus pada Selasa (26/5).

Saat itu, Wakil Bupati Blora menyampaikan keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan provinsi di wilayahnya. Namun, tanggapan gubernur dinilai sebagian warga terkesan menyepelekan persoalan yang mereka hadapi.

Selain menguruk jalan dan menanam pohon pisang, warga juga membentangkan sejumlah tulisan bernada kritik, di antaranya bertuliskan “Kartu Kuning Gub JTG” serta “CCL, Cor Cocote Lutfi”.

Aksi memuncak ketika ratusan warga berkumpul di titik jalan yang dinilai tidak masuk skala prioritas pembangunan pemerintah provinsi.

Mereka kemudian menurunkan sekitar 10 truk material grosok untuk menimbun lubang-lubang jalan dan menanam sejumlah pohon pisang di tengah ruas jalan yang rusak.

Salah seorang warga Dukuh Kedungjambu, Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Minah, mengaku telah lama merasakan dampak buruk dari kerusakan jalan tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan sangat membahayakan, terutama saat musim hujan.

“Harapannya cepat dibangun. Masak jalan provinsi seperti ini, tidak layak. Kalau hujan bisa menjatuhkan korban. Untung sekarang kemarau, tapi debunya juga sangat mengganggu,” ujarnya di lokasi aksi.

Warga lainnya, Rosyid, menegaskan masyarakat siap menggelar aksi lanjutan apabila tidak ada respons nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku penanggung jawab jalan tersebut.

Menurutnya, ruas Randublatung–Cepu merupakan jalur strategis yang menjadi akses utama aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Blora selatan.

Jalan itu setiap hari dilalui kendaraan pribadi hingga truk bertonase besar.

“Kalau tidak ada respons, kami akan ada aksi lagi. Ini jalur niaga, banyak truk besar lewat sini. Kalau memang belum pernah melihat kondisi di lapangan, silakan datang langsung ke lokasi,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Kholis. Ia mengatakan banyak warga yang harus berobat ke Cepu sehingga kendaraan darurat, termasuk ambulans, sering mengalami kesulitan saat melintasi jalan yang dipenuhi lubang.

“Kasihan ambulans saat membawa orang sakit. Keluhan masyarakat sudah banyak sekali, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut. Selain menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, kondisi jalan yang rusak juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan setiap hari.

Mereka menegaskan aksi pengurukan jalan dan penanaman pohon pisang tersebut merupakan bentuk protes sekaligus desakan agar pemerintah segera memberikan perhatian terhadap infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Blora.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!