Warga Tempellemahbang Jepon Temukan Perempuan Meninggal Dunia di Rumahnya

Blora (Info Media) — Seorang perempuan berinisial SY (50), warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (16/4) sekitar pukul 05.00 WIB. Korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri.

Kapolsek Jepon Polres Blora Iptu Junaidi di Blora, Kamis, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anggota keluarga korban pada pagi hari.

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika salah satu saksi yang merupakan anggota keluarga korban bangun tidur setelah melaksanakan sholat subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Saksi kemudian mencari korban di dalam kamar, namun korban tidak berada di tempat.

“Saksi kemudian menuju kamar ayahnya untuk membangunkan dan memberitahukan bahwa korban tidak berada di dalam kamar,” kata Junaidi.

Keduanya lalu berusaha mencari korban di sekitar rumah. Setelah melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan di bagian samping rumah dalam keadaan tergantung.

Korban diketahui dalam posisi menghadap ke arah selatan dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
Mengetahui kejadian tersebut, keluarga kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada perangkat desa setempat.

Perangkat desa yang menerima laporan tersebut selanjutnya meneruskan informasi kepada pihak kepolisian. Tidak lama kemudian, petugas dari Polsek Jepon bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Jepon mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

“Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas langsung melakukan pengamanan lokasi serta melakukan olah TKP untuk memastikan kronologi kejadian,” ujarnya.

Tim medis dari Puskesmas Jepon kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Petugas juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada tindak pidana.

Menurut keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi serta sering mengalami keluhan pusing kepala yang telah berlangsung cukup lama.

“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah,” katanya.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!