Tunjukkan Komitmen, BPJS Kesehatan Pastikan Daerah Terpencil Memahami Program JKN

BPJS Kesehatan Cabang Pati saat melakukan sosialisasi di Desa Ngatoko, Dusun Pasedan, Kabupaten Rembang, Selasa (14/5/2024).

INFO MEDIA, REMBANG – BPJS Kesehatan Cabang Pati terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil memahami dan dapat memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini di buktikan BPJS Kesehatan melakukan sosialisasi di Desa Ngatoko, Dusun Pasedan, sebuah daerah terpencil di Rembang yang belum tersentuh sinyal telekomunikasi, memiliki akses jalan yang berbatu dan terjal, Selasa (14/05).

Untuk menuju lokasi Dusun Ngotoko, setidaknya harus melewati akses yang cukup sulit. Berjarak empat kilometer dari Desa Pasedan, warga harus menembus hutan. Tentunya kondisi jalan masih berupa tanah dan bebatuan, ditambah lagi kondisi penerangan jalan yang masih minim.

Kepala Dusun Ngotoko, Ngami (46) menyambut baik kegiatan BPJS Kesehatan Cabang Pati yang bersedia turun langsung di dusun yang dipimpinnya, untuk memberikan informasi tentang program JKN.

Ngami juga menambahkan terdapat 80 KK yang ada di Dusun Ngotoko dan sebagian besar berprofesi sebagai petani.

“Saya sangat berterimakasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah bersedia hadir memberikan informasi penting tentang program JKN, ini menambah pengetahuan kepada warga yang selama ini bingung atau takut menggunakan JKN,” terang Ngami.

Ia menceritakan, selama ini ada masyarakat yang kurang tau program JKN, bagaimana menggunakannya dan apa saja yang dijamin, serta bisa digunakan dimana saja.

“Sekarang masyarakat sudah paham apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka, jadi saya rasanya rasa kebingungan warga sudah terjawab, dan mudah – mudahan jika ada yang sakit mendapatkan hak yang sesuai,” katanya.

Salah satu warga Dusun Pasedan, Jumi merasakan manfaat dari sosialisasi ini. Ia menceritakan informasi tentang program JKN dari mulut ke mulut dan ia merasa kurang yakin untuk mempercayainya.

“Saya dulu bingung bagaimana cara menggunakan kartu JKN dan apa saja yang bisa saya dapatkan dari program ini. Setelah mendengarkan penjelasan tim BPJS Kesehatan, saya jadi lebih paham dan merasa lebih tenang karena tahu bahwa saya dan keluarga saya terlindungi,” ucap Jumi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati menyampaikan, sosialisasi di Desa Ngatoko ini tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga memberikan pelayanan pengecekan kepesertaan masyarakat Dusun Ngotoko.

Adapun proses yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Pati yaitu dengan mencatat NIK yang kemudian akan dilakukan di kantor BPJS Kesehatan yang selanjutnya akan diinfokan ke pihak Desa Pasedan.

“Kami menyadari bahwa akses informasi jaringan komunikasi di daerah terpencil masih terbatas. Oleh karena itu, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap warga memahami manfaat dari program JKN. Kami ingin semua masyarakat bisa memanfaatkan program ini dengan maksimal,” ujar Wahyu.

Wahyu juga menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya di Dusun Ngotoko saja, tetapi akan dilakukan di semua daerah terpencil wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pati.

“Yang menjadi fokus kami tidak hanya dalam peningkatan jumlah peserta saja melainkan informasi program JKN harus benar-benar dipahami oleh semua masyarakat dimanapun berada, agar kesejahteraan dalam penjaminan biaya kesehatan bisa dirasakan manfaatnya secara luas,” tandasnya.

Melalui upaya sosialisasi yang berkelanjutan, BPJS Kesehatan Cabang Pati berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya Program JKN, sehingga lebih banyak warga yang dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dengan baik.

“Kegiatan ini akan kami lakukan secara berkala di semua daerah terpencil, untuk memastikan informasi Program JKN dipahami dan memastikan semua warga di wilayah Cabang Pati terdaftar sebagai Program JKN,” tutup Wahyu. (Gun).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *