Gus Miftah Tausiyah Orasi Kebangsaan Dies Natalis Unwahas

Gus Miftah

SEMARANG, INFOMEDIA.ID.

Rangkaian dies natalis Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang ke-23 masih terus berjalan. Setelah melaksanakan karnaval budaya, Unwahas menggelar Orasi Kebangsaan dengan menggandeng Ulama ternama Indonesia Gus Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab dikenal dengan panggilan Gus Miftah pada Kamis (24/8) siang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus II Unwahas Gunungpati diikuti lebih dari 1.500 peserta yang terdiri dari civitas academica, mahasiswa serta masyarakat umum.

Gus Miftah

Orasi Kebangsaan yang memiliki arti Obrolan Rasional Aktual Spritual Intelektual Kebangsaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman pencegahan terjadinya aliran radikalisme dikalangan pelajar serta sekaligus memantapkan nilai ideologi Pancasila.

Rektor Unwahas, Mudzakkir Ali menyebutkan jika Unwahas sebagai kampus toleran yang menjunjung nilai Pancasila dan Ahlussunnah Wal Jamaah.

“Mahasiswa kami bukan hanya dari Sabang hingga Merauke, tetapi ada juga dari China, Vietnam, Thailand, Malaysia dengan berbagai suku dan Agama,” ungkapnya.

Unwahas yang tahun ini genap berusia 23 tahun, kembali menegaskan sebagai perguruan tinggi dengan karakter Aswaja yang mendunia.

“Islam di Unwahas ini merupakan Islam dengan nilai-nilai Aswaja, yang artinya kami memiliki nilai seimbang, berperilaku moderat, menjunjung toleransi, serta berpihak pada kebenaran” pungkasnya.

Sementara itu, Gus Miftah yang hadir memberikan tausiyah menjelaskan pentingnya mencari guru yang benar dalam proses belajar Agama.

“Celakanya jika kita memilih guru yang salah, hingga akhirnya nanti akan menjadi Islam yang keras,” jelasnya.

“Guru itu harus bernasab karena ilmu tanpa guru, gurunya setan. Survey yang kita lakukan menghasilkan data 37% siswa dan mahasiswa di Jawa Timur telah terpapar radikalisme,” jelasnya.

Unwahas merupakan salah satu perguruan tinggi yang cukup memberikan perhatian khusus mengenai paham radikalisme. Tercatat beberpakali Unwahas mengadakan seminar serta orientasi Keaswajaan untuk calon mahasiswa baru.

Orasi dengan tema utama moderasi beragama disiarkan langsung melalui kanal youtube Gus Miftah Official dengan ribuan penonton. Wakil Rektor IV sekaligus Ketua dies natalis Unwahas ke-23, Helmy Purwanto berharap dengan berjalannya rangkaian acara Orasi dapat memberikan motivasi bagi generasi muda saat ini.

“Agenda ini tentunya dapat memotivasi para mahasiswa dan generai muda pada umumnya, untuk menjadi generasi bangsa yang hebat,” ungkapnya.

Unwahas sebagai penyelenggara pendidikan akan selalu ikut serta dalam menjalankan pendidikan yang moderat bagi nusa dan bangsa. “Potensi mahasiswa harus selalu diikhtiarkan, dikembangkan dan dilatih dengan baik agar tidak salah jalan menjadi mahasiswa yang radikal, sehingga kami perlu melaksanakan atau mendampingi proses belajar salah satunya dengan acara seperti ini,” pungkasnya. (Gun).