BPOM Semarang Bersama Dinkes Blora Temukan 4 Kerupuk Berbahan Kimia Berbahaya

Rhodamin B

Guna mengantisipasi dan menindak peredaran makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya menjelang lebaran Tahun 2021, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora mengadakan operasi pasar,  kegiatan diadakan di Pasar Jepon Kabupaten Blora, pada Senin (03/5/2021).

Dalam operasi tersebut, Dinkes Blora menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta instansi terkait.

Kepala Seksi Farmasi makanan minuman dan alat kesehatan (Kasi Farmmalkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Siti Mahfullah mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan menjelang lebaran.

“Jadi pertama di Pasar Jepon, lalu di Pasar Ngawen, Pasar Cepu dan hari keempat di Pasar Randublatung, bersama BPOM Semarang untuk uji lab,” ungkapnya.

Menurutnya, dari 21 sampel makanan yang diambil dari pasar, ditemukan empat makanan yang mengandung bahan pewarna tekstil, Rhodamin B.

“Kita uji untuk Rhodamin B, metanil yellow, formalin dan boraks. Dari 21 sampel yang kita ambil ada empat makanan yang positif Rhodamin B,” jelasnya.

Lanjutnya,Kasi Farmmalkes Dinkes Blora menjelaskan bahwa empat makanan yang mengandung bahan berbahaya di antaranya, kerupuk pasir, kerupuk gatok, kerupuk pasir bawang, dan kerupuk rantang kuning. Maka dari itu, pihaknya nanti akan memberitahukan ke pedagang pasar dan masyarakat terkait adanya kandungan bahan berbahaya dalam makanan tersebut.

“Makanan yang dijual mengandung Rhodamin B ini,  agar tidak diedarkan lagi di masyarakat. Diharapkan masyarakat cerdas dalam memilih makanan yang sesuai standar kesehatan atau makanan yang sehat,” terangnya.

Selain di Pasar Jepon, kegiatan sweeping makanan juga akan dilakukan di sejumlah pasar yang ada di Blora selama beberapa hari mendatang.

Kegiatan sweeping ini memang kita laksanakan karena biasanya menjelang lebaran, komoditi masyarakat untuk membeli makanan itu melonjak, di khawatirkan dapat dimanfaatkan oleh distributor atau pengecer yang nakal, terkait makanan yang mengandung bahan berbahaya, banyak diedarkan di pasar,” tambahnya. *(Febri