Banjir Demak Surut, 12 Ribu Jiwa Mengungsi

Petugas gabungan saat mengevakuasi korban banjir di Demak, beberapa hari lalu.

DEMAK, INFO MEDIA – Memasuki hari ke tiga, banjir di Kecamatan Karanganyar Demak masih belum berkurang secara signifikan. Hujan yang turun pada hari ini, Sabtu (9/2/24) memperlambat proses surutnya banjir.

Hingga sore ini tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 256 warga ke tempat yang lebih aman, sehingga total warga yang sudah diungsikan sebanyak 1.542 jiwa. Jumlah ini merupakan hasil evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan yang berposko di jembatan tanggulangin. Sedangkan pengungsi sendiri ditempatkan di terminal jati kudus, balai desa Jati Kudus serta aula DPRD Kabupaten Kudus.

“Hari ini hingga pukul 17.00 WIB sore tadi tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi, namun sempat terkendala hujan yang cukup deras tadi,” ujar Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.

Dari pantauan di lokasi posko, hujan memang turun sejak pukul 07.00 WIB pagi hingga sore sekira jam 17.00 WIB. Hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat namun siang sempat terang. Namun Debit sungai Wulan yang menjadi sumber banjir terlihat mulai berkurang sehingga berdampak pada berkurangnya ketinggian banjir.

“Meskipun sempat hujan namun Alhamdulillah banjir sudah mulai surut, berkurang 120 cm, dan malam ini permintaan evakuasi sudah tidak ada, jadi tim bisa beristirahat sejenak,” tambah Budiono.

Meskipun banjir sudah mulai surut, namun akses jalan masih belum dibuka karena masih belum bisa dilewati oleh kendaraan. Ketinggian air masih diatas mesin kendaraan sehingga dikhawatirkan akan membuat mogok baik truk, bis maupun kendaraan lainnya.

Banjir yang merendam beberapa kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah menyebabkan permukiman warga terendam, termasuk di Kecamatan Karanganyar. Akibatnya, banyak warga yang harus di evakuasi ketempat aman.

Untuk membantu warga, jajaran Polres Demak menerjunkan personel untuk melakukan patroli dan membantu evakuasi warga dan barang-barang mereka. Polisi juga turut membantu penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir.

“Langkah-langkah yang telah kami berikan di antaranya memberikan bantuan moril, mengevakuasi warga dan barang-barang yang terdampak banjir. Kami mengimbau agar warga selalu mengawasi anak dan lansia agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kapolres Demak AKBP Muhammad Purbaya, Jum’at (9/2/2024).

Diketahui, banjir terjadi karena luapan air sungai sehingga mengakibatkan tanggul jebol. Adapun Desa yang terdampak banjir yakni Karanganyar, Ketanjung, Ngemplik Wetan, Undaan Lor, Undaan Kidul, Wonorejo dan Cangkring B.

“Curah hujan tinggi beberapa hari ini di wilayah Jawa Tengah mengakibatkan debit air sungai dari hulu ke hilir mengalami peningkatan. Akibatnya, beberapa tanggul sungai di Kabupaten Demak yang merupakan wilayah hilir tidak dapat menahan air sehingga jebol,” terangnya.

Dia menjelaskan, jika personel yang diterjunkan masih kurang, masih ada pasukan cadangan yang siap diterjunkan untuk membantu warga korban banjir untuk diantar ke tempat pengungsian yang ada di Kabupaten Demak.

Ia juga menginstruksikan kepada jajarannya untuk bergerak cepat dalam memberikan bantuan evakuasi kepada warga korban banjir.

Guna memastikan kesehatan para korban banjir, maka Polres Demak juga menerjunkan tim kesehatan untuk memantau kondisi kesehatan para pengungsi. Termasuk mendukung penanganan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak.

“Diperkirakan ada 12.000 jiwa yang mengungsi di beberapa tempat yakni balai Desa Kedungwaru Kidul, Balai Desa Ketanjung, Balai Desa Medini, SDN 1 Undaan Lor, Posko Bencana di SDN Undaan Kudul serta ada yang mengungsi ditempat sanak saudara,” ungkapnya.

Hingga sampai saat ini proses evakuasi korban banjir di Kecamatan Karanganyar Demak masih terus berlanjut. (Gun).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *