Alokasi Pupuk Subsidi Blora Bertambah 8.184 Ton, Tersebar di 16 Kecamatan

Blora (Info Media) – Alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bertambah sebanyak 8.184 ton. Tambahan tersebut mencakup sejumlah jenis pupuk dan telah didistribusikan ke 16 kecamatan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora Sofwan Rifa’i mengatakan penambahan alokasi terbesar terjadi pada pupuk NPK Phonska, yakni sebanyak 8.184 ton.

Dengan tambahan tersebut, kuota NPK Phonska di Kabupaten Blora meningkat dari semula 59.750 ton menjadi 67.934 ton.

“Tambahan 8.184 ton itu sudah dibagi ke kecamatan dengan SK kepala dinas,” kata Sofwan, Senin (2/10/2026).

Berdasarkan data DP4 Blora, Kecamatan Kedungtuban memperoleh tambahan alokasi terbesar, yakni 1.100 ton. Dengan demikian, kuota NPK Phonska di wilayah tersebut meningkat dari sekitar 4.270 ton menjadi 5.370 ton.

Selanjutnya, Kecamatan Todanan mendapat tambahan 1.000 ton sehingga alokasinya naik dari 4.772,050 ton menjadi 5.772,050 ton. Kecamatan Randublatung memperoleh tambahan 700 ton, dari sebelumnya 7.765,108 ton menjadi 8.465,108 ton.

Sementara itu, Kecamatan Kradenan dan Jiken masing-masing mendapat tambahan 600 ton. Kecamatan Jati, Sambong, dan Ngawen masing-masing memperoleh tambahan 500 ton.

Tambahan alokasi juga diberikan kepada Kecamatan Jepon sebanyak 400 ton, Tunjungan, Banjarejo, Bogorejo, dan Japah masing-masing 250 ton, serta Cepu dan Blora masing-masing 200 ton.

Selain NPK Phonska, DP4 Blora juga melakukan penyesuaian alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea. Namun, total kuota Urea di Kabupaten Blora tetap sebesar 68.000 ton.

“Penyesuaian dilakukan dengan menambah alokasi Kecamatan Kedungtuban sebanyak 176 ton dan Jiken 24 ton. Sebaliknya, alokasi Kecamatan Todanan dikurangi 200 ton,” ujarnya.

Sofwan mengatakan berdasarkan data posisi ketersediaan pupuk per 1 September 2026, stok pupuk bersubsidi di Blora sebelum penambahan alokasi terdiri atas Urea sebanyak 23.576,979 ton, NPK 13.506,740 ton, pupuk organik 1.201,267 ton, dan ZA 45,821 ton.

Setelah penambahan alokasi, ketersediaan NPK secara perhitungan meningkat menjadi sekitar 14.756,74 ton, sedangkan pupuk organik menjadi sekitar 2.951,27 ton.

Sementara itu, catatan alokasi bulanan DP4 Blora periode Juli hingga September 2026 menunjukkan penyaluran pupuk bersubsidi mencakup empat jenis, yakni Urea, NPK, pupuk organik, dan ZA.

Pada Juli 2026, total alokasi keempat jenis pupuk tersebut mencapai 12.143,510 ton. Jumlah itu terdiri atas 5.988,700 ton Urea, 5.505,200 ton NPK, 647,060 ton pupuk organik, dan 2,550 ton ZA.

Pada Agustus, total alokasi tercatat 11.720,044 ton, terdiri atas 6.008,650 ton Urea, 5.342,500 ton NPK, 338,700 ton pupuk organik, dan 30,194 ton ZA.

Adapun pada September, alokasi mencapai 11.031,264 ton, dengan rincian 5.597,892 ton Urea, 5.148,534 ton NPK, 276,480 ton pupuk organik, dan 8,358 ton ZA.

Distribusi pupuk bersubsidi tersebut mencakup 16 kecamatan di Kabupaten Blora, yakni Jati, Randublatung, Kradenan, Kedungtuban, Cepu, Sambong, Jiken, Jepon, Blora, Tunjungan, Banjarejo, Ngawen, Kunduran, Todanan, Bogorejo, dan Japah.

“Petani dapat menebus pupuk bersubsidi sesuai alokasi dan ketentuan yang berlaku di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!