64.748 Warga Terdampak Kekeringan di Grobogan Terima Bantuan Air Bersih

PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kemarau. PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kemarau.

Grobogan (Info Media) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah menyalurkan 2.055.000 liter air bersih kepada 64.748 warga terdampak kekeringan di 104 desa yang tersebar di 19 kecamatan sejak 8 Juli hingga 28 Oktober 2026.

Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan Djasman mengatakan, bantuan tersebut telah menjangkau 19.479 kepala keluarga (KK), terdiri atas 31.152 laki-laki dan 33.596 perempuan.

“Sejak distribusi dimulai pada 8 Juli hingga 28 Oktober 2026, kami telah menyalurkan sebanyak 2.055.000 liter air bersih. Jumlah tersebut telah mencapai sekitar 171,25 persen dari target yang ditetapkan,” kata Djasman, Rabu (29/10/2026).

Ia menjelaskan, PMI Kabupaten Grobogan awalnya menargetkan distribusi sebanyak 1.200.000 liter air bersih. Namun, realisasi penyaluran telah melampaui target seiring pelaksanaan bantuan bagi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.

Dalam kegiatan tersebut, PMI mengerahkan dua unit mobil tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Armada dioperasikan setiap hari oleh staf dan relawan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Ketua PMI Kabupaten Grobogan Moh. Sumarsono mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah dalam menangani dampak kekeringan melalui penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

“PMI akan terus berkomitmen membantu pemerintah dalam memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Djasman, capaian distribusi tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari mitra, donatur, PMI Pusat hingga International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) melalui mekanisme Disaster Response Emergency Fund (DREF).

Sementara itu, Koordinator Lapangan PMI Kabupaten Grobogan Gesit Kristyawan mengatakan, luasnya wilayah terdampak kekeringan menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian air bersih.

Menurut dia, penyaluran bantuan membutuhkan perencanaan matang, pengaturan rute yang efektif, serta koordinasi agar air bersih dapat menjangkau masyarakat secara tepat sasaran.

Sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan meliputi keterbatasan pasokan bahan bakar jenis biosolar, terbatasnya ketersediaan air baku, serta jarak lokasi pengambilan air yang cukup jauh dari desa sasaran.

Meski demikian, PMI Grobogan terus mengoptimalkan armada dan menyesuaikan strategi distribusi agar bantuan dapat disalurkan secara berkelanjutan.

PMI Kabupaten Grobogan berharap dukungan pemerintah, mitra, donatur, dan relawan terus berlanjut sehingga kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!