27 Adegan Diperagakan, Rekonstruksi Kasus Pembalakan Liar

Petugas gabungan saat rekonstruksi kasus pembalakan liar di Kawasan Hutan Petak 4099A RPH Gagakan, Blora, pada Kamis (12/10).

BLORA, INFOMEDIA.ID.

Polres Blora Polda Jawa Tengah gelar rekonstruksi kasus pembalakan liar di Kawasan Hutan Petak 4099A RPH Gagakan, Desa Brabowan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Kamis (12/10).

Sebanyak 20 terduga pelaku pembalakan liar ditangkap, truk, elf, dan kayu gelondongan turut diamankan sebagai barang bukti, Juli lalu.

“Benar, rekonstruksi kasus pembalakan liar digelar hari ini, di Brabowan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet melalui Kanit 3 Sat Reskrim Ipda Budi Santoso, Jumat (13/10) dalam keterangan tertulisnya.

Ipda Budi mengatakan bahwa rekonstruksi perkara pidana ini adalah salah satu metode pemeriksaan di dalam proses penyelidikan, yang dilakukan penyidik. Disisi lain juga memberikan peringatan kepada warga masyarakat, agar tidak melakukan tindakan serupa pembalakan liar.

“27 adegan diperagakan dalam rekonstruksi pembalakan liar yang dilakukan pelaku secara berkelompok ini,” terangnya.

Menurutnya, para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda saat memperagakan rekonstruksi pembalakan liar di Hutan Petak 4099A RPH Gagakan, Desa Brabowan.

“Ada yang berperan sebagai sopir, cangok atau mata-mata, memotong kayu dan lainnya,” ujar Kanit 3 Satreskrim Polres Blora.

“Dari 20 pelaku, ada empat pelaku yang memperagakan saat mengintimidasi petugas dengan menggunakan pisau lipat,” ungkap Ipda Budi.

Dari olah TKP terdapat tiga kayu Sonokeling yang ditebang, dipotong menjadi 13 batang kayu dengan total sekitar 3,41 meter kubik. Pelaku berasal dari tiga kabupaten yang berbeda, yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, dan Tuban. Kerugian negara ditafsir sekira Rp. 46.826.280 rupiah.

“Polri peduli terhadap kelestarian hutan melalui penegakan hukum,” jelasnya. (Gun).