YAYASAN AL ISTIQOMAH Ngobrol Literasi Bersama Generasi Z

Ngopi Bareng

BLORA, INFOMEDIA.ID.

Pagi yang cerah menyapa Kabupaten Blora dengan semangat kegiatan yang tak biasa. Minggu, 17 Desember 2023, Yayasan Al Istiqomah yang berada di Jl. Taman Makam Pahlawan No.23-B Blora, menginisiasi acara “NGOPI” Ngobrol Perihal Literasi, sebuah langkah berani untuk membangkitkan minat generasi Z dalam dunia literasi yang begitu penting. Dalam sentuhan aroma kopi dan celotehan hangat, acara ini menjadi momen berharga untuk mendalami makna literasi dalam berbagai dimensinya.

Dengan tujuan mewujudkan Kabupaten Blora sebagai kota literasi dunia, Yayasan Al Istiqomah menghadirkan NGOPI sebagai wadah interaktif untuk memperkaya pemahaman literasi masyarakat. Sejak pagi, peserta dari berbagai kalangan berkumpul di tempat acara, membawa semangat dan antusiasme untuk merayakan keberagaman ekspresi literasi.

NGOPI tidak sekadar acara biasa. Ia menjadi forum inklusif yang menggabungkan berbagai bentuk literasi, dari menulis hingga membaca, merekam, dan menyampaikan ide. Generasi Z, yang menjadi fokus utama, diajak untuk memahami literasi sebagai keterampilan hidup yang melampaui sekadar kemampuan membaca dan menulis. Acara ini ingin membuka wawasan mereka terhadap potensi literasi dalam berbagai bentuknya.

Sebelum acara dimulai, suasana hangat tercipta di antara peserta yang duduk di lesehan. Dengan secangkir kopi di tangan, mereka saling bertukar cerita dan pandangan mengenai literasi. Sebagian mengaku memiliki kecintaan pada buku-buku klasik, sementara yang lain lebih tertarik pada dunia digital dan podcast. Namun, satu hal yang menyatukan mereka adalah hasrat untuk menggali lebih dalam literasi, tidak hanya sebagai aktivitas rutin, tetapi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Yayasan Al Istiqomah. Mereka menyampaikan tujuan besar dari NGOPI, yakni menjadikan Kabupaten Blora sebagai kota literasi dunia. Ini bukan hanya mimpi besar, tetapi juga sebuah tantangan dan komitmen untuk merubah paradigma literasi di masyarakat. Dalam sambutannya, perwakilan yayasan menekankan pentingnya literasi sebagai alat untuk mengakses pengetahuan dan berkomunikasi efektif dalam masyarakat yang semakin kompleks.

Seiring kata sambutan berakhir, acara dilanjutkan dengan sesi pertama yang membahas tentang pentingnya membaca dalam literasi. Seorang praktisi literasi lokal memberikan pandangan mendalam tentang betapa membaca dapat membuka pintu dunia pengetahuan yang tak terbatas. Ia menyoroti pentingnya membiasakan diri membaca secara kritis, mengenali berbagai genre, dan memahami konteks budaya di balik setiap karya.

Generasi Z yang hadir tampak terinspirasi oleh paparan tersebut. Diskusi pun bermekaran di antara mereka, dengan berbagai pertanyaan dan pandangan baru tentang peran membaca dalam perkembangan literasi. Ada yang berpendapat bahwa membaca tidak hanya tentang mengonsumsi kata-kata, tetapi juga tentang mengartikan dan meresapi makna di baliknya.

Sesi berikutnya mengarah pada kegiatan menulis. Peserta diajak untuk merasakan keasyikan dalam mengolah kata-kata menjadi karya yang bermakna. Sebuah stasiun penulisan sederhana dibentuk, di mana peserta dapat menggali kreativitas mereka dengan bebas. Ada yang menulis esai tentang pengalaman pribadi, sementara yang lain lebih memilih mengeksplorasi dunia fiksi dengan cerpen pendek.

Melalui kegiatan menulis ini, generasi Z diberi kesempatan untuk menyuarakan ide dan pandangan mereka melalui tulisan. Ini tidak hanya sekadar latihan literasi, tetapi juga bentuk pemberdayaan mereka untuk menjadi narator dalam masyarakatnya sendiri. Seiring pena bergerak di atas kertas, energi kreatif ruangan itu semakin terasa.

Kemudian, acara memasuki sesi yang lebih modern dengan menggali literasi digital. Peserta diajak untuk merancang dan merekam sesi podcast singkat tentang topik literasi pilihan mereka. Dari sudut pandang yang beragam, mereka membahas tren literasi digital, pengaruh media sosial, dan potensi podcast sebagai sarana menyampaikan ide dengan lebih dinamis.

Dalam sesi ini, generasi Z menunjukkan keahlian mereka dalam menggunakan teknologi untuk menyampaikan pesan literasi. Podcast yang dihasilkan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana literasi dapat berkembang dan bertahan di era digital ini.

Diskusi antar peserta semakin memanas ketika berbicara tentang bagaimana menyampaikan ide secara efektif melalui media sosial. Mereka berbagi pengalaman dan tips untuk membuat konten literasi yang menarik dan relevan bagi teman sebaya mereka. Ini menciptakan lingkungan yang kolaboratif, di mana ide dan inovasi literasi dapat saling terinspirasi.

Sesi terakhir dari NGOPI adalah diskusi panel yang melibatkan pelaku literasi lokal. Mereka berbagi pengalaman mereka dalam membangun kegiatan literasi di komunitas mereka masing-masing. Diskusi ini menjadi momen berharga untuk mendengarkan realitas dan tantangan dalam menjalankan inisiatif literasi.

Di kesempatan ini, kami juga memiliki kehormatan untuk mendengarkan cerita inspiratif dari Almer Istaz Firjatulloh Azaria, siswa SMP Plus Insan Gemilang Blora, pemenang juara 1 nasional dalam kompetisi menulis cerpen yang diadakan Universitas Negeri Surabaya, Almer tidak hanya menyajikan sebuah karya yang luar biasa, tetapi juga menularkan perjalanan menulisnya yang penuh dedikasi kepada peserta yang hadir.

Dengan semangat, Almer membagikan pengalamannya dalam menghadapi proses menulis yang penuh tantangan. Ia menekankan arti dari konsistensi, dedikasi, dan kemauan untuk terus belajar dalam pengembangan keterampilan menulis. Melalui cerita perjalanan panjangnya, Almer menggambarkan bagaimana kegigihan dan kecintaannya pada literasi membawa dirinya meraih prestasi yang gemilang.

Cerpen yang ditulisnya, yang berhasil mengalahkan lebih dari 600 peserta dari seluruh Indonesia, bukan hanya sekadar kisah fiksi. Ia menjadi bukti bahwa setiap kata yang terpilih dengan hati dan pemahaman mendalam tentang tema cerita dapat menciptakan karya yang menginspirasi dan mendalam. Almer menjadi sosok panutan bagi generasi Z yang hadir, membuktikan bahwa usaha dan ketekunan dalam mengeksplorasi literasi dapat menghasilkan prestasi luar biasa.

Sharing dari Almer tidak hanya memberikan wawasan tentang proses kreatif menulis, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketekunan, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk menyampaikan gagasan melalui tulisan. Peserta yang mendengarkan cerita Almer merasa terinspirasi dan termotivasi untuk mengembangkan potensi menulis mereka sendiri.

Acara ini, dengan kehadiran Almer sebagai pemenang juara 1 nasional, semakin menguatkan tekad para peserta untuk terlibat aktif dalam literasi. Melalui pembelajaran dari pengalaman Almer, generasi Z di Kabupaten Blora mendapatkan pelajaran berharga bahwa literasi bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang perjalanan pribadi yang membangun karakter dan pengetahuan.

Sebagai bagian dari kesuksesan ini, Almer tidak hanya meraih prestasi individu, tetapi juga berbagi inspirasi kepada masyarakatnya. Dalam sesi tanya jawab yang menyusul, peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan tentang proses kreatif Almer, hambatan yang dihadapinya, dan saran untuk meningkatkan kemampuan menulis. Jawaban Almer memberikan pandangan yang berharga, menciptakan dialog yang erat antara pembicara dan pendengar.

Dengan demikian, acara NGOPI Ngobrol Perihal Literasi yang diinisiasi oleh Yayasan Al Istiqomah tidak hanya menjadi platform untuk belajar tentang literasi tetapi juga tempat bertukar pengalaman dan inspirasi. Keberhasilan Almer Istaz Firjatulloh Azaria menjadi cermin bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi besar untuk melahirkan para penulis dan penyampai ide yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Seiring berakhirnya acara, semangat generasi Z di Kabupaten Blora terus berkobar. Harapan untuk menjadikan Kabupaten Blora sebagai kota literasi dunia bukanlah impian yang terlalu besar. Melalui inisiatif seperti NGOPI dan inspirasi dari sosok seperti Almer, langkah-langkah kecil akan terus diambil menuju perubahan besar dalam literasi masyarakat. (Jamz).