BLORA, INFOMEDIA.ID.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas (PPSDM) Migas Cepu, menggelar kegiatan tanggap penanganan darurat dan pelatihan kompetensi, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT)nya yang ke – 54, di Jalan Sorogo 1, Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.
Kepala PPSDM Migas Cepu, Waskito Tunggul Nusanto mengatakan bahwa kami terus mendorong masyarakat dengan meningkatkan skill, memiliki sertifikat kompetensi, sehingga diharapkan dapat memudahkan mendapatkan suatu pekerjaan, potensi di sektor sektor minyak dan gas bumi.
Pengembangan dan pelatihan tersebut, imbuh Waskito Tunggul, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui PPSDM Cepu, menargetkan 26.000 pekerja di sektor migas, bersertifikasi dan berkompeten.
“Ditargetkan 26.000 pekerja dibutuhkan di industri pertambangan migas,” kata Waskito Tunggul Nusanto, Senin (9/1/2023).
Di Gedung PPSDM Migas Cepu Blora, Waskito menambahkan bahwa peluang pekerjaan kompetensi tersebut misalnya sebagai pengawas K3, operator alat / pesawat, pengeboran dan banyak hal yang dibutuhkan di industri pertambangan migas.
Sementara itu, Koordinator Keselamatan PPSDM Cepu, Joko Hari Wibowo, menyampaikan bahwa perlunya memperhatikan berbagai program dalam pelatihan penyelamatan, regulasi pengelolaan, penanganan darurat kebencanaan di sektor industri minyak dan gas, hulu hingga hilir.
“Di sub sektor 3, pengawasan dan penanganannya ditangani Pemerintah Pusat, Kementerian ESDM melalui Dirjen Migas. Bedanya regulasi pengelolaan kebencanaan di sektor industri minyak dan gas hulu hingga hilir,” terang Joko Hari Wibowo, saat mengisi Focus Group Disscussion (FGD) dilantai 2 Gedung PPSDM Cepu.
FGD tersebut juga dihadiri petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), tim tanggap darurat dari
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Tuban, Madiun dan Pertamina Cepu. (Gun).
