Rumah Lansia Terancam Hanyut Akibat Abrasi Sungai Lusi

Sejumlah rumah warga di bantaran Sungai Lusi, dukuh Sasak, kelurahan Buluroto, kecamatan Banjarejo, kabupaten Blora, Jawa Tengah terancam hanyut ke Sungai Lusi. Sejumlah rumah warga di bantaran Sungai Lusi, dukuh Sasak, kelurahan Buluroto, kecamatan Banjarejo, kabupaten Blora, Jawa Tengah terancam hanyut ke Sungai Lusi.

BLORA, INFOMEDIA.ID.

Sejumlah rumah warga di bantaran Sungai Lusi, dukuh Sasak, kelurahan Buluroto, kecamatan Banjarejo, kabupaten Blora, Jawa Tengah terancam hanyut ke Sungai Lusi. Hal ini terjadi karena pinggiran sungai tersebut tergerus derasnya arus sungai.

Bahkan kondisi ini semakin mengkhawatirkan warga, ketika terjadi hujan deras sebab pada saat kondisi normal, jarak antara rumah dengan sungai tinggal hanya kisaran 50 hingga 100 cm saja.

Muchamad Amin (71), pemilik rumah, warga di RT 04/02, dukuh Sasak, kelurahan Buluroto mengaku puluhan tahun bertempat tinggal di pinggiran sungai tersebut.

Bahkan saat ini kondisi rumahnya sangat mengkhawatirkan, apalagi, jika turun hujan deras sebabkan permukaan air sungai menjadi naik. Masalah pertama yang harus dihadapinya ialah banjir, yang mengakibatkan bergeraknya tanah dan khawatir rumah miliknya hanyut dibawa derasnya aliran sungai.

“Kalau hujan deras pastinya sedikit demi sedikit tanah di pondasi belakang rumah saya akan longsor. Saat ini jarak rumah dengan sungai hanya sekitar kurang lebih satu meter. Kalau tidak segera dibuat pelapis tebing kami khawatir rumah kami akan hanyut dibawa derasnya arus sungai,” ucapnya, pada Rabu (6/4).

Dulu, lanjut Amin, jarak antara sungai dengan rumah saya ini cukup jauh namun karena sering banjir lambat laun jarak ini semakin sempit. Dirinya berharap agar pemerintah daerah maupun pusat memperhatikan kondisinya bersama warga lainnya.

“Kami ingin kepedulian pemerintah daerah maupun pusat untuk segera turun menangani hal ini. Semoga segera diperbaiki dan kami butuh bantuan,” imbuhnya.

Kondisi rumah Muchamad Amin yang memperhatinkan akibat abrasi Sungai Lusi, pada Rabu (6/4).
Kondisi rumah Muchamad Amin yang memprihatinkan akibat abrasi Sungai Lusi, pada Rabu (6/4).

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ir. Sam Gautama Karnajaya, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora, Surat, mengatakan, agar pihak pemerintah desa buluroto membuat surat permohonan untuk penanganan darurat.

“Kadesnya diminta membuat laporan kejadian bencananya. Karena sampai saat ini kami belum mendapat laporan resmi dari pihak desa terkait hal tersebut, baik secara lisan ataupun tertulis,” jelasnya.

“Kadesnya bisa membuat surat permohonan untuk penanganan darurat jika itu akibat erosi sungai lusi, ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Jl. Brigjend S Sudiarto No. 375 Semarang,” ungkapnya.

“Nanti dinas kami (DPUPR) juga di tembusi, untuk kami bantu komunikasikan ke pemerintah pusat melalui BBWS. Tembusannya kepada kami yakni : 1. Kepala BPBD Kabupaten Blora, 2. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bloraa, agar secepatnya ditangani,” terangnya. (*Gun).

error: Content is protected !!