Blora (Info Media) – Masa nifas merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian khusus. Setelah menjalani persalinan, ibu tidak hanya dituntut memulihkan kondisi fisik, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan psikologis, menjalankan peran baru sebagai ibu, merawat bayi, serta memenuhi kebutuhan keluarga.
Untuk mendukung kesehatan ibu setelah melahirkan, Dosen Program Studi Kebidanan Blora Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Ibu Nifas Sehat Mandiri melalui Modul BUFAS SMART (Ibu Nifas Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif)”.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Mei hingga Agustus 2026 tersebut melibatkan lima kader kesehatan dan sepuluh ibu nifas.
Para kader mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan edukasi, pendampingan, serta motivasi kepada ibu nifas di lingkungan tempat tinggalnya.
BUFAS SMART, Sahabat Ibu pada Masa Nifas
BUFAS SMART merupakan singkatan dari Ibu Nifas Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif. Modul tersebut dikembangkan sebagai media edukasi yang praktis dan mudah dipahami untuk membantu kader mendampingi ibu selama masa nifas.
Materi dalam modul mencakup perawatan diri, pemenuhan kebutuhan gizi, pemberian Air Susu Ibu (ASI), perawatan bayi, aktivitas fisik yang aman, kesehatan psikologis, hingga pengenalan tanda bahaya masa nifas.
Ibu juga didorong untuk lebih aktif menjaga kesehatan serta memahami kapan harus mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan atau tanda bahaya.
Modul BUFAS SMART tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga panduan komunikasi antara kader dan ibu nifas. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dengan suasana terbuka serta menyesuaikan kebutuhan masing-masing ibu.
Dengan pendekatan tersebut, edukasi diharapkan tidak terasa menggurui, tetapi menjadi ruang bagi ibu untuk belajar, bertanya, dan berbagi pengalaman.
Kader Menjadi Penggerak Kesehatan
Kader kesehatan memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Mereka memahami kondisi sosial, budaya, serta kebiasaan keluarga di lingkungan masing-masing.
Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi dan kepercayaan dengan ibu nifas maupun keluarganya.
Dalam kegiatan ini, lima kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan ibu nifas, tetapi juga diperkuat kemampuannya dalam menyampaikan informasi kesehatan, memberikan motivasi, mengenali kebutuhan ibu, serta mendorong keterlibatan keluarga dalam memberikan dukungan.
Pendampingan kader diharapkan membantu ibu yang masih merasa ragu dalam merawat diri maupun bayinya. Kader juga dapat menjadi jembatan antara ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan sehingga berbagai persoalan pada masa nifas dapat dikenali dan ditindaklanjuti lebih awal.
Pemberdayaan kader sekaligus membuat edukasi kesehatan dapat terus berjalan setelah kegiatan pengabdian selesai. Pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada ibu nifas lainnya sehingga manfaat program dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Mendorong Kemandirian Ibu Nifas
Kesehatan ibu setelah melahirkan tidak hanya ditentukan oleh pelayanan tenaga kesehatan. Pengetahuan, kepercayaan diri, dukungan keluarga, dan lingkungan turut berperan dalam proses pemulihan.
Karena itu, keterlibatan aktif ibu menjadi bagian penting dalam program BUFAS SMART.
Ibu nifas diarahkan untuk memahami kebutuhan tubuhnya, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memberikan ASI, mengatur waktu istirahat, serta memperhatikan kondisi emosional.
Ibu juga diberikan pemahaman mengenai tanda bahaya yang perlu diwaspadai, seperti perdarahan berlebihan, demam, nyeri hebat, sesak napas, sakit kepala berat, pembengkakan, maupun perasaan sedih dan cemas yang berlangsung berkepanjangan.
Kemandirian tersebut bukan berarti ibu harus menghadapi masa nifas seorang diri. Sebaliknya, ibu perlu memahami kapan dapat melakukan perawatan mandiri dan kapan harus meminta bantuan keluarga, kader, bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya.
Menuju Ibu Sehat, Keluarga Kuat
Pelaksanaan program di Desa Purworejo menunjukkan pentingnya kolaborasi antara ibu nifas, keluarga, kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan bayi.
Melalui BUFAS SMART, kader diharapkan semakin siap menjadi pendamping kesehatan yang aktif dan terpercaya. Sementara itu, ibu nifas diharapkan semakin percaya diri dalam menjaga kesehatan, merawat bayi, menjalankan aktivitas secara bertahap, serta kembali produktif sesuai kondisi dan kemampuannya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut tidak sekadar menjadi sarana penyampaian materi kesehatan, tetapi juga menjadi langkah untuk menumbuhkan kesadaran dan kemandirian ibu.
Dari lima kader yang diberdayakan dan sepuluh ibu nifas yang didampingi, diharapkan tumbuh semangat untuk menerapkan pola hidup sehat, mandiri, aktif, dan produktif serta menyebarkannya kepada lebih banyak keluarga.
Ketika ibu nifas sehat dan berdaya, bayi mendapatkan perawatan yang lebih baik, keluarga menjadi lebih kuat, dan masyarakat pun tumbuh semakin sehat.
Oleh:
Dina Dewi Anggraini, S.S.T.Keb., M.Kes dan Murti Ani, S.ST., Bdn., M.Kes, Prodi Kebidanan Blora Program Diploma Tiga, Poltekkes Kemenkes Semarang.

