PAPA SIDINI, Gerakan Ayah Siaga untuk Selamatkan Ibu Nifas

Blora (Info Media) – Upaya menekan angka komplikasi dan kematian ibu terus dilakukan melalui berbagai inovasi dan kolaborasi.

Salah satunya diwujudkan oleh dosen Program Studi Kebidanan Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang, melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “PAPA SIDINI” (Papa Siaga Deteksi Dini Komplikasi) di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2026 di Balai Desa Purworejo ini diikuti oleh 30 orang bapak yang merupakan suami dari wanita usia subur.

Program tersebut menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan meningkatkan peran suami dalam menjaga kesehatan ibu pada masa nifas.

Ketua tim pengabdian, Dr. Elisa Ulfiana, S.Si.T., M.Kes., menjelaskan bahwa program “PAPA SIDINI” lahir dari masih tingginya kasus komplikasi pada ibu nifas yang sebenarnya dapat dicegah apabila tanda-tanda bahaya dikenali lebih awal.

“Melalui PAPA SIDINI kami ingin membentuk keluarga yang benar-benar siaga. Suami diharapkan mampu mengenali tanda bahaya pada ibu nifas sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam memperoleh penanganan medis,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai enam deteksi dini komplikasi pada ibu nifas, yaitu deteksi dini perdarahan, preeklamsia, infeksi nifas, radang payudara (mastitis), gangguan psikologis, serta pentingnya segera membawa ibu ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan tanda bahaya.

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Purworejo. Kepala Desa Purworejo, Harun, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu meningkatkan literasi masyarakat, khususnya para suami, dalam mengenali komplikasi yang dapat terjadi setelah persalinan.

“Program ini sangat membantu kami meningkatkan pemahaman masyarakat. Dengan edukasi langsung dari dosen Poltekkes, para bapak menjadi lebih mengerti pentingnya deteksi dini komplikasi ibu nifas dan tidak lagi ragu membawa istri ke puskesmas ketika muncul tanda bahaya. Kami siap bersinergi untuk mendukung keberlanjutan program ini,” katanya.

Menurutnya, deteksi dini merupakan kunci utama dalam mencegah komplikasi yang lebih berat. Ketika keluarga memahami tanda bahaya, proses rujukan ke fasilitas kesehatan dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang keselamatan ibu menjadi lebih besar.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Semarang menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang memiliki tanggung jawab terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“‘PAPA SIDINI’ merupakan wujud nyata kontribusi dosen Program Studi Kebidanan Blora dalam mendukung upaya penurunan angka kematian ibu. Ke depan, Desa Purworejo akan dijadikan sebagai pilot project yang akan dikembangkan ke desa-desa lain dengan melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaannya,” tegas Dr. Elisa Ulfiana.

Dengan semangat “Siaga Sejak Dini, Selamatkan Ibu”, program “PAPA SIDINI” diharapkan mampu menjadi gerakan bersama dalam meningkatkan peran keluarga, khususnya suami, untuk mendukung kesehatan ibu nifas serta berkontribusi dalam menurunkan angka komplikasi dan kematian ibu di Kabupaten Blora.

 

 

Oleh:
Dr. Elisa Ulfiana, S.Si.T., M.Kes.
Novita Ika Wardani, S.ST., M.Kes.
Ristiana, S.ST.
Poltekkes Kemenkes Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!