Blora INFO MEDIA – Kepergian sesepuh Sedulur Sikep “Samin” Karangpace, Mbah Lasiyo, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Blora sekaligus menyisakan warisan moral yang selama ini menjadi rujukan Polres Blora.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur yang diajarkan almarhum berperan penting dalam membentuk pendekatan kepolisian dalam memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat.
Kapolres mengungkapkan bahwa dirinya kerap berkunjung ke kediaman Mbah Lasiyo untuk berdiskusi mengenai kehidupan, kejujuran, dan kesederhanaan.
Petuah-petuah tersebut, menurutnya, telah menjadi bekal moral yang ia teruskan kepada seluruh anggota Polres Blora.
“Beliau adalah sosok sesepuh yang mengajarkan kebaikan, kejujuran, dan kesederhanaan. Sering saya kunjungi beliau untuk berdiskusi. Nilai-nilai tersebut terus kami tanamkan dalam tugas pelayanan kepolisian,” ujarnya, di lokasi, Jumat (21/11/2025).
Salah satu pesan yang paling ditekankan kepada jajaran kepolisian adalah pentingnya menjauhi gaya hidup berlebihan (flexing).
Sikap rendah hati dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal Blora yang lekat dengan tradisi kesahajaan Sedulur Sikep.
“Kami selalu mengingatkan anggota agar tidak bergaya hidup berlebihan. Ini bukan sekadar etika profesi, tetapi penghormatan terhadap nilai-nilai lokal. Ajaran Sedulur Sikep menempatkan kejujuran dan kesederhanaan sebagai prinsip utama,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan, nilai kesederhanaan tersebut juga berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Ajaran Mbah Lasiyo, kata AKBP Wawan, tentang kejujuran dan keluhuran budi, menjadi inspirasi dalam setiap interaksi anggota Polres dengan warga.
Dalam takziah bersama Forkopimda di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah itu, Kapolres menyampaikan duka cita mendalam dan berharap keteladanan Mbah Lasiyo tetap hidup dalam kehidupan sosial masyarakat.
Prosesi pemakaman berlangsung di Situs Mbah Samin Suro Engkrek, seusai disholatkan di Masjid Baitul Hadi, dengan dihadiri sejumlah tokoh yang memberikan penghormatan terakhir.
