Edy Wuryanto Bersama BKKBN Ajak Warga Waspadai Gejala Stunting

BLORA, INFO MEDIA – Edy Wuryanto, anggota Komisi IX DPR RI bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di
Kecamatan Jepon, Blora pada hari Rabu, (24/01/2024).

Sosialisasi ini merupakan salah satu upaya agar Blora 0 kasus stunting.

Dalam pidatonya, Anton Suwoto perwakilan BKKBN Blora menyebutkan jika angka pernikahan dini di Kabupaten
Blora masih tergolong tinggi, hal ini beresiko meningkatkan kasus stunting.

Karena, penyebab stunting
pada anak salahsatunya adalah pernikahan dini. Pernikahan dini dapat meningkatkan resiko stunting
karena Pinggul Ibu belum sepenuhnya lebar, akibatnya bayi dalam kandungan beresiko akan memiliki
lingkar kepala yang kecil. Hal tersebut dapat berakibat pada kecerdasan yang bayi.

Eka Sulistya Edy Ningsih Perwakilan BKKBN Jawa Tengah menambahkan jika 1000 hari pertama kehidupan merupakan
waktu yang sangat penting agar kita dapat melihat pada anak, apakah menderita stunting atau tidak.

Pentingnya asupan gizi yang baik, waktu pernikahan yang sudah melewati batas minimal umur, kondisi
fisik ibu yang sehat, kebersihan lingkungan dan kebersihan air yang baik, serta pentingnya rajin
melakukan cek kesehatan.

Para ibu sedari awal harus rajin memeriksakan kadar hemoglobinnya, perlu
memantau apakah menderita anemia atau tidak, lingkar lengan sang ibu juga harus melebihi batas
minimal.

Hal tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan bayi dapat terjamin.

Edy Wuryanto mengakhiri, jika bayi yang sehat akan meningkatkan kecerdasan dan merupakan
generasi yang diharapkan menjadi tumpuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Anak yang gagal
tumbuh dan berkembang menjadi suatu halangan karena jika disandingkan dengan anak seusianya,
mereka akan kesulitan dalam mengimbangi kemampuan bersosialisasi maupun kecerdasan anak yang
normal.

Dalam sehari-hari diharapkan para orangtua memberikan protein yang cukup bagi anak,
minimal 2 butir telur. Para bapak diusahakan untuk mengurangi konsumsi rokoknya dan lebih
memperhatikan asupan gizi pada anak.

Dalam kesempatan kali ini, peserta berjumlah 300 orang yang merupakan warga Kecamatan Jepon
Kabupaten Blora. (Red).