BKKBN dan Anggota DPR RI Roadshow, Sosialisasi Stunting di Blora

BKKBN Provinsi Jawa Tengah bersama anggota DPR RI, Edy Wuryanto saat sosialisasi stunting baru baru ini.

BLORA, INFO MEDIA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah melakukan sosialisasi stunting di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

BKKBN Provinsi Jawa Tengah bersama anggota DPR RI, Edy Wuryanto saat sosialisasi stunting baru baru ini.
BKKBN Provinsi Jawa Tengah bersama anggota DPR RI, Edy Wuryanto saat sosialisasi stunting baru baru ini.

Kesempatan pertama ini adalah Kecamatan Banjarejo yang mendapat giliran mendapatkan sosialisasi stunting di Kabupaten Blora, Senin (22/01/2024).

Masyarakat Banjarejo Blora, sangat antusias dan tertarik dengan materi yang disampaikan oleh para narasumber. Narasumber pada sosialisasi ini antara lain: Edy Wuryanto selaku anggota Komisi IX DPR RI, Agoes Pudjianto perwakilan dari BKKBN Jawa Tengah, Achmad Nur Hidayat selaku perwakilan BKKBN Blora dan didampingi oleh Sulistyorini selaku tokoh masyarakat.

Agoes Pudjianto mengatakan jika stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis.

Untuk mencegah stunting, dengan konsumsi protein dan perbaikan gizi sangat mempengaruhi pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan.

Stunting dapat diintervensi dengan gizi spesifik dan gizi negatif. Intervensi gizi spesifik merupakan intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 100 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan berkontribusi pada 30% penurunan Stunting Kerangka kegiatan intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan pada sektor kesehatan dimulai dari masa kehamilan ibu hingga melahirkan balita.

“Meliputi intervensi gizi spesifik, yaitu pemberian makanan pada ibu hamil, ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, pemberian ASI didampingi oleh pemberian MPASI pada usia 6-24 bulan, dan berikan imunisasi lengkap pada anak,” ungkapnya.

Achmad Nur Hidayat menambahkan remaja yang melakukan pernikahan dini memiliki resiko besar mengalami stunting pada calon anak mereka.

Penyebabnya antara lain:
-Kurangnya edukasi soal asupan gizi saat hamil.
-Kurangnya gizi saat bayi lahir hingga usia 2 tahun.
-Kondisi kesehatan ibu yang buruk
-Sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk
-Infeksi penyakit.

Edy Wuryanto mengatakan jika masyarakat Banjarejo Kabupaten Blora harus memperhatikan asupan gizi pada anggota keluarganya, para orang tua perlu memberikan makanan yang sehat dan bergizi pada anak-anak mereka, terutama pada balita.

“1000 hari pertama kehidupan merupakan waktu yang sangat penting, gejalan stunting dapat terlihat dalam periode ini dan dalam periode tersebut gejala itu masih bisa disembuhkan,” kata Edy Wuryanto, dalam sambutannya.

Mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, imbuh Edy, ibu hamil harus mengkonsumsi tablet penambah darah, bayi yang harus mengkonsumsi ASI eksklusif selama 6 bulan dan setelah itu diberikan juga makanan pendamping ASI.

Tak hanya itu, pentingnya memiliki air bersih dan pembuangan kotoran yang baik juga menjadi hal penting agar tidak stunting.

“Setiap rumah harus memiliki jamban, akses air bersih, an siskulasi udara yang baik,” pungkasnya. (Red).