BPJS Kesehatan Dorong KPPS dan PPS Skrining Kesehatan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Wahyu Giyanto dengan Kepala KPU Rembang M Ika Iqbal Fahmi, Senin (05/02).

REMBANG, INFO MEDIA – BPJS Kesehatan Cabang Pati lakukan koordiansi dengan KPU Rembang guna mendorong petugas KPPS dan PPS untuk lakukan Skrining Riwayat Kesehatan.

Langkah ini dilakukan sesuai instruksi Surat Bersama antara Menteri Dalam Negeri, KPU, Bawaslu dan BPJS Kesehatan yang di tandatangani pada 20 November 2023 di Jakarta.

Program skrining kesehatan ini dikoordinasikan secara langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Wahyu Giyanto dengan Kepala KPU Rembang M Ika Iqbal Fahmi, Senin (05/02).

Dalam pertemuan tersebut Wahyu Giyanto menekankan agar Ketua KPU dapat memberikan instruksi kepada KPPS dan PPS agar Skrining Kesehatan dapat dilaksanakan semua petugas.

“Sampai saat ini dari KPPS dan PPS Rembang yang sudah melakukan Skrining Riwayat Kesehatan sudah mencapai 16.601 orang meliputi 90,59% sudah menbjadi Peserta JKN dan 9,41% belum menjadi Peserta JKN,” terang Wahyu.

Wahyu juga menambahkan, skrining riwayat kesehatan merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan penyakit, perawatan kesehatan yang efektif, dan promosi kesehatan secara keseluruhan. Melakukan skrining secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan individu dan mengidentifikasi masalah kesehatan sejak dini.

“Dengan adanya skrining kesehatan ini, kami berharap dapat mendeteksi secara dini potensi masalah kesehatan yang mungkin dimiliki oleh petugas KPPS dan PPS. Hal ini akan memungkinkan untuk penanganan lebih lanjut dan memberikan perlindungan terhadap kesehatan mereka selama proses pemilu berlangsung,” pungkasnya.

Skrining Kesehatan bagi petugas penyelanggara pemilu tahun 2024 menggunakan website tersendiri yaitu melalui link https://webskriningpetugaspenyelenggarapemilu.bpjs-kesehatan.go.id/ , hasil skrining tersebut akan tampil setelah pengisian selesai dilakukan dengan keterangan berisiko penyakit atau tidak berisiko penyakit.

“Hasil dari data petugas penyelenggara pemilu Kabupaten Rembang yang sudah mengisi skrining kesehatan, 7.35% berisiko penyakit dan kami dari BPJS Kesehatan akan menyampaikan data tersebut ke KPU agar bisa segera ditindaklanjuti untuk melakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan yang terdaftar,” lanjutnya.

Ketua KPU Rembang M Ika Iqbal Fahmi, menyambut baik program skrining kesehatan oleh BPJS Kesehatan, hal ini untuk mengetahui kondisi para petugas yang nantinya bertugas dilapangan karna mempengaruhi kinerja nanti.

“Kesehatan petugas KPPS dan PPS adalah hal yang sangat penting dalam menjamin kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan Pemilu. untuk petugas KPPS dan PPS kami yang mendapatkan hasil skrining berisiko penyakit akan segera saya instruksinya untuk memeriksakan kesehatannya lebih lanjut,” jelasnya.

Iqbal menyatakan data yang disampaikan oleh BPJS Kesehatan menjadi dasar kami untuk mengambil langkah cepat agar nantinya petugas KPPS atau PPS bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik tanpa adanya kendala kesehatan mereka.

“Skrining ini sudah menjadi keputusan bersama antara KPU dengan Lembaga Pemerintah terutama BPJS Kesehatan, dan ini harus kita laksanakan agar proses demokrasi pemungutan suara dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Program skrining kesehatan bagi petugas KPPS dan PPS ini menjadi salah satu upaya konkret dalam memastikan pelaksanaan Pemilu yang aman, nyaman, dan berintegritas.

Iqbal berharap bukan hanya petugas KPPS dan PPS saja tetapi anggota keluarga juga dapat melaksanakan skrining kesehatan ini.

“Program skrining kesehatan meningkatkan kualitas kesehatan dan mempercepat pengelolaan penyakit jika didapat hasil yang kurang baik. Selain itu, juga dapat membantu petugas kami mengetahui cara mencegah penyakit dan melakukan tindakan sehat secepat mungkin,” tuturnya.

Skrining kesehatan bagi petugas pemilu bukan hanya merupakan langkah preventif untuk menjaga kesehatan individu, tetapi juga merupakan faktor kunci dalam memastikan kelancaran, keamanan, dan integritas pelaksanaan pemilu secara keseluruhan. Langkah ini menegaskan pentingnya kesehatan dalam menjaga proses demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan. (Gun).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *