Stasiun Cepu Tetap Tersibuk, Doplang Alami Penurunan Penumpang di Semester 1

Stasiun di wilayah Daop 4 Semarang. (Foto: Humas PT KAI). Stasiun di wilayah Daop 4 Semarang. (Foto: Humas PT KAI).

INFO MEDIA, BLORA – Data statistik pergerakan penumpang kereta api di tiga stasiun utama di Kabupaten Blora Jawa Tengah menunjukkan dinamika menarik pada Semester I Tahun 2025. Stasiun Cepu tetap menjadi stasiun tersibuk, dengan peningkatan jumlah penumpang baik yang berangkat maupun yang tiba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Stasiun Cepu masih menjadi titik utama mobilitas masyarakat, dengan jumlah penumpang tertinggi di antara stasiun lainnya,” ujar Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/7/2025).

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rincian jumlah penumpang Semester I tahun 2024 dan 2025:
Semester I 2024
• Stasiun Doplang:
• Penumpang naik: 3.551
• Penumpang tiba: 3.208
• Stasiun Randublatung:
• Penumpang naik: 34.486
• Penumpang tiba: 33.879
• Stasiun Cepu:
• Penumpang naik: 139.736
• Penumpang tiba: 139.738,

Semester I 2025
• Stasiun Doplang:
• Penumpang naik: 3.098 (turun 12,8%)
• Penumpang tiba: 2.821 (turun 12,0%)
• Stasiun Randublatung:
• Penumpang naik: 38.417 (naik 11,4%)
• Penumpang tiba: 33.569 (turun 0,9%)
• Stasiun Cepu:
• Penumpang naik: 143.083 (naik 2,4%)
• Penumpang tiba: 144.303 (naik 3,3%)

“Dari data tersebut, terlihat bahwa Stasiun Cepu mengalami peningkatan jumlah penumpang naik sebesar 3.347 orang atau sekitar 2,4 persen dibandingkan Semester I tahun 2024. Penumpang yang tiba juga meningkat sebesar 4.565 orang atau 3,3 persen,” jelas Franoto.

Sementara itu, Stasiun Randublatung mencatat peningkatan penumpang naik sebanyak 3.931 orang atau 11,4 persen. Namun, jumlah penumpang tiba di stasiun tersebut justru menurun sebanyak 310 orang atau 0,9 persen. Sebaliknya, Stasiun Doplang mengalami penurunan jumlah penumpang pada kedua kategori.

Penumpang naik berkurang 453 orang atau turun 12,8 persen, sedangkan penumpang tiba turun 387 orang atau 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Franoto menambahkan bahwa peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Cepu dan Randublatung dapat menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Di sisi lain, penurunan di Stasiun Doplang perlu menjadi perhatian, terutama dalam aspek pelayanan, frekuensi perjalanan, serta konektivitas antar moda transportasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!