Walikota Semarang : Ada Akulturasi Budaya dan Kebersamaan, Menyambut Tahun Baru Imlek

SEMARANG, INFO MEDIA – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menghadiri kegiatan donor darah menyambut Tahun Baru Imlek di The Park Mall Semarang, Sabtu (27/1/2024).

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (Porinti) Semarang. Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut mengatakan, kegiatan donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan dan kepedulian kepada sesama.

“Ini jadi salah satu bukti kebersamaan gotong royong. Porinti mengajak masyarakat berbagi, dengan cara donor darah bagi yang membutuhkan,” ujar Mbak Ita, usai kegiatan donor darah, Sabtu (27/1/2024).

Setiap tahunnya, wali kota perempuan pertama di Semarang ini selalu mengikuti kegiatan donor darah yang dihelat Porinti.

“Tahun lalu, ada 371 orang yang mengikuti donor darah. Tahun ini lebih tinggi antusiasnya, bahkan mencapai 500 orang,” kata dia.

Tak sekadar hadir, Mbak Ita bahkan ikut menyerahkan support kepada para pendonor berupa paket sembako dan doorprize.

Uniknya, doorprize yang diberikan dikemas dalam bentuk pohon angpau. Di mana peserta yang selesai mendonorkan darah bisa mengambil angpau dengan beragam hadiah menarik seperti emas, sepeda lipat, bahkan elektronik.

“Ada akulturasi budaya dan kebersamaan dalam menyambut Imlek. Caranya dengan menggelar kegiatan kemanusiaan seperti ini. Harapannya, ini juga bisa dicontoh kelompok atau perkumpulan lain. Sehingga budaya tetap terjaga dan kepedulian dan kemanusiaan pada masyarakat juga ada,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Donor Darah Porinti Semarang, Ifan Eko Harahap mengatakan, donor darah ini salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pihaknya menjelang imlek.

“Kami awali dengan donor darah yang pelaksanaanya dilakukan oleh bagian kepemudaan Porinti Semarang,” ungkapnya.

Sebagai event sosial dan kemanusiaan, lanjut Ifan, pihaknya mengajak masyarakat untuk berbagi pada sesama melalui donor darah.

Konsep pohon angpau, menurut dia, jadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pendonor karena banyak hadiah yang disiapkan.

“Konsepnya ketika sudah selesai donor, maka mereka berhak mencabut pohon angpau. Pohon angpau ini kan ciri khas dari Imlek. Angpau melambangkan rejeki,” kata dia.

“Ada beragam hadiah bisa didapat, mulai emas, sepeda lipat, barang elektronik dari berbagai donatur. Bahkan ada juga tambahan hadiah dari Bu Wali Kota Semarang berupa TV LED,” jelasnya. (Gun).