Pendidik Harus Mempunyai Inovasi dan Kreatifitas

Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, saat meninjau Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6, di Aula Gedung PGRI Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (29/4/2023). Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, saat meninjau Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6, di Aula Gedung PGRI Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (29/4/2023).

BATANG, INFOMEDIA.ID.

Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, meninjau sejumlah stan Panen Hasil Belajar, Lokakarya 7, dan Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6, di Aula Gedung PGRI Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (29/4/2023).

Lani Dwi Rejeki, kepada para Calon Guru Penggerak (CGP) yang telah menempuh pendidikan dan pelatihan, mengatakan bahwa tidak hanya mampu mengimplementasikan inovasi dan kreativitasnya dalam kegiatan belajar-mengajar saja, namun harus diimbangi dengan semangat untuk mendidik budi pekerti para anak didik.

“Beragamnya program pendidikan dari pemerintah, memang mengharuskan para pendidik mempunyai inovasi dan kreativitas dalam mencerdaskan anak didik. Yang dicerdaskan tidak hanya intelektualnya saja akan tetapi akhak dan moralnya juga harus diedukasi karena generasi muda ini yang akan meneruskan di masa depan,” kata Lani.

Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, saat meninjau Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6, di Aula Gedung PGRI Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (29/4/2023).
Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, saat meninjau Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6, di Aula Gedung PGRI Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (29/4/2023).

Lani menekankan bahwa Panen Hasil Belajar dari para CGP ini harus ditularkan kepada para guru yang lain, untuk diimplementasikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terhadap para anak didik sesuai dengan Kurikulum Merdeka Belajar (KMB).

Terkait dengan anggaran kegiatan, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro, mengatakan bahwa program tersebut diinisiasi oleh Kemendikbud dimana seluruh anggarannya berasal dari pemerintah pusat.

“Besaran anggaran yang dialokasikan untuk tiap CGP berkisar Rp. 15 juta, murni dari pusat. Dari 12 ribu guru, baru ada 87 CGP, semoga bisa menjadi inspirator bagi yang lain dalam mencerdaskan para anak didiknya,” terang Bambang. (Gun).

error: Content is protected !!