Blora (Info Media) – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib mengutamakan pembelian bahan pangan dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), koperasi nelayan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pelaku usaha lokal.
Saat mengunjungi KDMP Kamolan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat, Zulhas mengatakan kebijakan tersebut bertujuan membangun rantai pasok pangan berbasis desa sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“SPPG harus membeli dari Koperasi Desa Merah Putih, koperasi nelayan, BUMDes, atau usaha yang ada di desa itu. Tidak boleh semuanya dibeli dari distributor besar,” ujarnya.
Menurut dia, kebutuhan bahan pangan Program MBG seharusnya menjadi peluang bagi masyarakat desa untuk mengembangkan usaha produktif, mulai dari sektor perikanan, pertanian, hingga peternakan.
Pemerintah, lanjut Zulhas, juga menyiapkan dukungan infrastruktur bagi Koperasi Nelayan Merah Putih di wilayah pesisir agar hasil tangkapan nelayan dapat disimpan sebelum dipasarkan sehingga tidak dijual dengan harga murah kepada tengkulak.
Sementara itu, koperasi di wilayah daratan akan diperkuat melalui berbagai unit usaha produktif yang mampu memasok kebutuhan SPPG.
“Harus ada pusat pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Karena itu dibentuk Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, dan usaha-usaha desa lainnya agar rakyat ikut menikmati pembangunan,” katanya.
Ia menilai Program MBG tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa melalui keterlibatan koperasi dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pangan.
“Nggak cukup hanya, kamu susah ya, kasih 10 kilo, nggak begitu. Karena produktif itu, kehormatan,” ujarnya.
Bupati Blora Arief Rohman menyatakan Kabupaten Blora mendukung kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan desa sebagai aktor utama dalam rantai pasok Program MBG.
“Kamolan menjadi contoh bagaimana program ketahanan pangan bisa langsung terkoneksi dengan kebutuhan Makan Bergizi Gratis. Yang tumbuh bukan hanya produksi ikannya, tetapi juga ekonomi masyarakat desanya,” kata Arief.
