PMI Grobogan Distribusikan 145.000 Liter Air Bersih untuk 3.487 Warga Terdampak Kekeringan

Grobogan (Info Media) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan mendistribusikan 145.000 liter air bersih kepada 3.487 warga terdampak kekeringan di 19 desa yang tersebar di delapan kecamatan selama dua pekan terakhir.

“Bantuan tersebut menjangkau 3.487 jiwa yang terdiri atas 1.615 laki-laki dan 1.872 perempuan, atau sebanyak 832 kepala keluarga (KK), sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat pada musim kemarau,” kata Ketua PMI Kabupaten Grobogan Moh. Sumarsono, Rabu (28/7/2026).

Ia mengatakan distribusi air bersih dilakukan menggunakan dua armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang secara bergantian melakukan pengisian dan pendistribusian ke desa-desa yang mengajukan permohonan bantuan.

Menurut dia, PMI akan terus menyalurkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil asesmen di lapangan.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Koordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan berbagai pihak terus dilakukan agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan merata,” katanya.

Ia menambahkan PMI terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap meningkatkan pelayanan apabila kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat.

Selain menyalurkan bantuan, PMI juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih, memanfaatkannya secara bijaksana, menampung air hujan apabila memungkinkan, serta memperbaiki kebocoran saluran air untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
PMI juga mengimbau warga menyiapkan tempat penampungan air, seperti tandon atau terpal, agar proses distribusi air bersih dapat berlangsung lebih efektif dan kebutuhan air dapat dimanfaatkan secara optimal.

“PMI Kabupaten Grobogan juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah desa, serta para mitra kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak kekeringan tetap memperoleh akses air bersih yang memadai selama musim kemarau,” ujar Sumarsono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!