Blora (Info Media) — Sebanyak 30.000 ekor ayam berusia sekitar satu minggu mati akibat kebakaran yang melanda dua kandang peternakan di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026) malam.
Selain ayam, kebakaran juga menghanguskan sejumlah peralatan peternakan. Total kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp1,8 miliar.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora Agung Triyono di Blora, Rabu, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 19.00 WIB setelah seorang saksi mendengar suara ledakan dari bagian selatan kandang II.
“Setelah dicek, terlihat ada letupan seperti benda terbakar di bagian tengah kandang,” katanya.
Saksi kemudian meminta pertolongan warga. Warga yang datang ke lokasi berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi kobaran api semakin membesar.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Kunduran dan BPBD/Damkar Blora. Petugas gabungan segera melakukan pemadaman serta menyuplai air untuk mendukung proses pemadaman.
“Dua kandang terdampak dalam kebakaran tersebut. Kandang I berukuran sekitar 54 x 12 meter, sedangkan kandang II berukuran sekitar 38 x 12 meter,” ujarnya.
Selain menyebabkan 30.000 ekor ayam mati, kebakaran juga menghanguskan sejumlah peralatan peternakan, di antaranya 20 blower, empat mesin diesel, satu kulkas, sekitar 600 tempat pakan, 100 karung pakan, dua pemanas, satu springbed, satu televisi, enam kamera CCTV, satu jet pump, 15 unit pompa air Sanyo, tiga toren, dan satu genset.
Berdasarkan penanganan awal di lokasi, sumber api diduga berasal dari bagian selatan kandang II dan diperkirakan dipicu korsleting listrik pada dinamo blower.
“Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian material yang dialami pemilik peternakan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
