Gubernur Ganjar Minta Daerah Pastikan Tak Ada Vaksin Kadaluarsa

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP saat memimpin rapat koordinasi penanganan pandemi Covid-19 tingkat Jawa Tengah, Senin (8/11).

BLORA, INFOMEDIA.ID.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST, MM, mengikuti rapat koordinasi penanganan pandemi Covid-19 tingkat Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP secara virtual dari Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (8/11/2021).

Dalam rapat tersebut, Ganjar meminta agar daerah untuk melakukan percepatan vaksinasi.

Termasuk mengecek agar tidak ada vaksin yang kedaluwarsa.

“Sekali lagi yang mau expired, pada rapat hari ini kita cek, saya minta tolong bantuan dari provinsi untuk melakukan kontrol pada daerah,” terang Gubernur.

“Ini agar yang tadi potensi expired, waktunya sudah kelihatan, kita bisa lakukan serbuan yang lebih baik” tambahnya.

Gubernur juga meminta agar sekda provinsi dan sekda masing-masing daerah untuk berkoordinasi mengawal agar tidak ada vaksin yang kedaluwarsa.

“Saya minta tolong antar sekda nanti komunikasi agar kita bisa mengawal mana yang lebih mana yang expired jangan sampai terulang seperti kemarin dan cepat-cepat konsultasi dengan dinas provins,” papar Gubernur.

Dalam rapat penanganan Covid-19 di tingkat provinsi, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menjelaskan bahwa capaian vaksinasi dosis pertama Jawa Tengah di atas 60 persen.

Meski demikian, masih ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang capaian vaksinasinya masih di bawah 50 persen.

“Cakupan vaksinasi di Jawa Tengah sampai minggu ke 44 untuk dosis pertama sudah mencapai 62,93 persen dosis kedua 37,99 persen” terang Sekda.

“Untuk cakupan vaksin dosis pertama ini mungkin menjadi perhatian, capaian temen-temen di kabupaten kota ini yang masih di bawah 50 persen masih ada,” lanjutnya.

Sebaran vaksin expired date bulan November tingkat Jawa Tengah, Senin (8/11/2021).
Sebaran vaksin expired date bulan November tingkat Jawa Tengah, Senin (8/11/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengungkapkan bahwa pada pekan ke 44 laju percepatan vaksinasi cenderung menurun.

“Laju percepatan vaksinasi kita di minggu ke 44 memang terjadi penurunan jadi 1,8 juta, ini kita maklumi karena ketersediaan vaksin saat itu hanya 1,1 juta,” rincinya.

Dikatakannya, pada pekan ini ketersediaan vaksin di Jawa Tengah sudah mencukupi.

“Tetapi pada minggu ini ketersediaan vaksin kita melimpah jadi 2,7 juta vaksin kita. Teman-teman di kabupaten/kota untuk memanfaatkan ini, menggenjot vaksinasi ini, karena minggu kemarin kita sudah agak ketinggalan,” terang Yulianto.

Pihaknya mewanti-wanti kepada daerah agar memperhatikan betul vaksin yang akan kadaluarsa, sehingga tidak terbuang.

“Vaksin yang kedaluwarsanya di Bulan November ini mohon perhatian bapak ibu, jangan sampai nanti expired,” tambahnya.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST, MM, saat mengikuti rapat koordinasi penanganan pandemi Covid-19 tingkat Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP secara virtual dari Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (8/11/2021).
Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST, MM, saat mengikuti rapat koordinasi penanganan pandemi Covid-19 tingkat Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP secara virtual dari Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (8/11/2021).

Usai mengikuti rapat tersebut, Wakil Bupati kemudian menindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama dengan dinas terkait.

Wabup meminta agar penyuntikan vaksin di Kabupaten Blora pada pekan ini dapat ditingkatkan agar bisa sesuai target yang diharapkan.

“Saya berharap minggu ini capaian vaksinnya bisa minimal 6 ribu perharinya untuk dosis pertama. Minggu ini tolong percepatan vaksinasi terus digenjot,” terangnya.

Menurutnya, bila penambahan capaian vaksinasi di Blora hanya bertambah sedikit, maka dikhawatirkan Blora dapat tertinggal dari daerah lain.

Wabup juga meminta agar vaksin yang telah diterima Kabupaten Blora untuk dapat segera disuntikan, sehingga tidak kedaluwarsa.

“Saya juga berharap tadi arahan dari Gubernur Ganjar untuk vaksin yang masa kadaluwarsanya ada di bulan November ini untuk bisa segera disuntikan sebelum kedaluwarsa, sehingga tidak terbuang sia-sia,” tambahnya.

Wabup meminta agar Dinas Kesehatan untuk terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi hingga ke desa-desa.

“Saya minta tolong dari DKK untuk tenaga medis kita benar-benar dimotivasi untuk bisa mencapai ini. Kita ada target dari provinsi sebanyak 7.816 setiap harinya,” lanjutnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan provinsi, per 7 November 2021 tercatat capaian vaksinasi di Kabupaten Blora telah mencapai 55,26%.

Pemerintah Kabupaten Blora bersinergi dengan TNI-Polri, terus berupaya untuk meningkatkan capaian vaksinasi di Kabupaten Blora sesuai target yang telah ditentukan.

Hadir pada kesempatan tersebut Forkopimda Blora dan Kepala OPD terkait. (Gun).