Edy Wuryanto : Pangan Lokal Bekal Tanggulangi Stunting

Ribuan emak-emak kelompok Senam Cinta Tanah Air (Sicita) di lapangan Kridosono, Blora, Minggu (10/9).

BLORA, INFOMEDIA.ID.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto dari fraksi PDI Perjuangan prihatin angka stunting di Kabupaten Blora, jauh diatas rata-rata nasional yakni di angka 25,8 persen berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

“Di Blora ini kemiskinan tinggi dan pernikahan dini marak. Tak heran angka stunting fantastis secara geografis,” kata Edy Wuryanto saat memberikan bekal pengetahuan didepan ribuan emak-emak kelompok Senam Cinta Tanah Air (Sicita) di lapangan Kridosono, Blora, Minggu (10/9).

Secara nasional, Edy menambahkan, angka stunting Indonesia di angka 21,6 persen. Angka tersebut diharapkan bisa ditekan 14 persen di tahun 2024.

Legislator dari Dapil III Jawa Tengah itu menyebut bahwa untuk mencapai hal ini, daerah-daerah yang masih beresiko banyaknya anak stunting harus dievaluasi termasuk halnya melibatkan peran seluruh masyarakat dalam memberikan bekal pengetahuan pencegahan dan penanganan stunting.

“Kehadiran masyarakat sangatlah penting, upaya mencegah dan menangani stunting. Butuh dorongan/dukungan semua pihak, peran ibu-ibu, pemda maupun DPR RI, semua terlibat,” terangnya.

Ribuan emak-emak kelompok Senam Cinta Tanah Air (Sicita) di lapangan Kridosono, Blora, Minggu (10/9).
Ribuan emak-emak kelompok Senam Cinta Tanah Air (Sicita) di lapangan Kridosono, Blora, Minggu (10/9).

Komisi IX DPR RI menambahkan bahwa untuk menanggulangi stunting, Blora sudah memiliki bekal salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya pangan lokal, daun kelor.

“Semoga bisa menginisiasi, menjadi peluang baru bagi masyarakat, jika dilakukan secara masif. Bekal yang ada dan memanfaatkan sumber protein hewani dari hasil ternak agar dapat dikonsumsi,” terang Edy Wuryanto. (Gun).