Abdullah Aminudin Dorong Kemandirian Media, Galaxy TV Lahir dari Diskusi Insan Pers

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi B, Abdullah Aminudin Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi B, Abdullah Aminudin

Blora (Info Media) — Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi B, Abdullah Aminudin menilai dunia media saat ini menghadapi tantangan baru yang cukup berat, terutama di tengah efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk media.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat insan pers harus semakin kreatif dan mampu beradaptasi dengan persaingan global yang semakin ketat.

“Ada dunia baru yang sedang kita hadapi. Diskusi-diskusi kita juga melihat adanya pemotongan TKD dan efisiensi anggaran. Ini termasuk persaingan dunia pers yang sangat luar biasa. Suka duka tentu kita rasakan bersama, dan hampir semua media mengalami hal yang sama,” ujarnya di Aula Galaksi TV, di Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora Jawa Tenga, Sabtu (14/3/2026).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi B, Abdullah Aminudin
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi B, Abdullah Aminudin.

Ia menjelaskan, lahirnya Galaxy TV juga berawal dari berbagai diskusi bersama sejumlah insan media yang ingin mencari terobosan baru agar dunia jurnalistik tidak hanya menjadi profesi yang menyenangkan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi.

“Galaxy TV lahir dari diskusi-diskusi kecil kita. Harapannya, profesi wartawan ini tidak hanya menjadi hobi atau sesuatu yang menggembirakan, tetapi juga bisa menghasilkan,” katanya.

Abdullah juga memberikan masukan kepada para wartawan, khususnya di Kabupaten Blora, agar terus meningkatkan kreativitas dalam berkarya melalui tulisan maupun berbagai bentuk konten lainnya.

Menurutnya, menulis merupakan sebuah seni yang dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang usaha turunan dari industri media.

“Menulis itu salah satu seni dalam membuat karya. Bersama tim, kami mencoba berpikir kreatif, sebenarnya turunan bisnis dari media ini apa saja,” jelasnya.

Ia menilai insan media sejatinya memiliki kemampuan besar dalam menciptakan sesuatu yang viral di masyarakat.

“Kita ini sebenarnya insan-insan yang pintar memviralkan sesuatu. Sementara hampir semua bisnis hari ini yang berjalan itu yang viral. Apapun yang viral biasanya akan berkembang,” tambahnya.

Karena itu, ia mendorong agar media tidak hanya fokus pada pemberitaan, tetapi juga mengembangkan berbagai turunan bisnis yang bisa memperkuat kemandirian media.

“Turunan-turunan itu penting agar kita bisa membangun kemandirian bersama media. Inilah salah satu tujuan yang ingin kita capai,” katanya.

Selain bergerak di bidang pemberitaan, Galaxy TV juga mulai mengembangkan diri sebagai rumah produksi (production house) yang membuka berbagai peluang kreatif.

Ia menyebutkan, belum lama ini pihaknya telah menggelar workshop bersama seorang produser film untuk membahas rencana produksi film layar lebar di Blora.

“Kemarin kami juga mengadakan workshop dengan produser film. Bahkan ada rencana membuat film layar lebar di Blora. Ini salah satu potensi yang bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Melalui Galaxy TV, pihaknya juga membuka peluang bagi para wartawan di seluruh Indonesia untuk menjadi kontributor.

“Galaxy TV membuka kesempatan bagi wartawan di seluruh Indonesia untuk menjadi kontributor. Ini kerja bersama, kerja kolaboratif, dan kita punya harapan besar untuk berkembang,” katanya.

Ia menambahkan, meski usia kanal YouTube Galaxy TV belum genap satu bulan, perkembangannya cukup menggembirakan.

“Belum sampai 30 hari, kanal YouTube Galaxy TV sudah mencapai sekitar 100 ribu viewer dengan hampir 1.000 jam tayang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!