Rembang (Info Media) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencabut segel PT Indoseafood (ISF) di Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, setelah perusahaan dinyatakan memenuhi seluruh kewajiban perbaikan yang menjadi syarat pencabutan sanksi penghentian sementara operasional unit produksi tepung ikan.
Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah Imam Tadarusman mengatakan pencabutan segel dilakukan setelah tim KKP bersama DKP menyelesaikan verifikasi lapangan dan memastikan seluruh rekomendasi perbaikan telah dipenuhi.
“Mulai hari ini, ketika PT ISF sudah menyelesaikan semua perbaikan yang disarankan oleh pihak KKP, segel yang dipasang sebelumnya resmi kami cabut. Artinya, hari ini perusahaan sudah bisa kembali beroperasi,” katanya, Jumat (31/7) di Rembang.
Ia menjelaskan aktivitas yang masih terlihat di kawasan pabrik selama masa penghentian operasional merupakan pekerjaan penunjang yang berada di luar objek pemeriksaan.
Meski sanksi telah dicabut, pihaknya meminta perusahaan terus meningkatkan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku agar kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap PT ISF terus meningkatkan kepatuhan terhadap aturan-aturan yang ada sehingga usahanya dapat berjalan secara berkelanjutan. Kami juga berharap perusahaan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah maupun para pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT Indoseafood Nanang Alfian mengatakan perusahaan memanfaatkan masa penghentian sementara operasional untuk melakukan pembenahan, terutama pada unit produksi tepung ikan yang sebelumnya menjadi objek temuan KKP.
“KKP hadir sebagai pemerintah untuk memberikan arahan, bimbingan, serta pendampingan yang baik bagi perbaikan PT Indoseafood. Selama penutupan sementara, kami fokus melakukan pembenahan pada mesin produksi tepung ikan yang menjadi objek temuan,” katanya.
Ia menegaskan perusahaan berkomitmen menjalankan operasional yang memperhatikan aspek lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Sebagai entitas bisnis, komitmen kami adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan,” ujar Nanang.
