Blora (INFO MEDIA) – Sebelum melaksanakan ujian pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), para pemohon di Satpas 1440 Polres Blora mendapatkan pencerahan langsung dari petugas.
Kegiatan ini bertujuan agar peserta memahami mekanisme pelaksanaan ujian serta menumbuhkan kesadaran pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Baur SIM Satlantas Polres Blora, Aiptu Akhmad Sahal, menjelaskan bahwa proses ujian SIM dilaksanakan secara bertahap sesuai ketentuan.
Setelah dinyatakan lulus ujian teori, pemohon akan mengikuti ujian praktik tahap pertama, kemudian dilanjutkan dengan ujian praktik tahap kedua di jalan raya.
“Semua tahapan harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Melalui ujian ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pemohon SIM tidak hanya mampu mengemudi, tetapi juga memahami etika dan aturan berlalu lintas,” ujar Aiptu Sahal, pada Rabu (29/10/2025).
Aiptu Sahal menerangkan bahwa untuk pemohon SIM R4 atau lebih (kendaraan roda empat ke atas), juga telah disiapkan ujian menggunakan simulator agar calon pengemudi dapat merasakan kondisi mengemudi yang mendekati situasi sebenarnya di jalan raya.
Sedangkan ujian praktik SIM C dilaksanakan di lokasi Satpas 1440 Polres Blora, dengan lintasan yang dirancang sesuai standar nasional.
Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan pengemudi yang berkompeten, tertib, dan berkarakter disiplin di jalan.
“SIM bukan sekadar kartu izin mengemudi, tetapi bukti kemampuan dan tanggung jawab kita sebagai pengguna jalan,” tambah Aiptu Sahal menegaskan.
Melalui pencerahan sebelum ujian, Satlantas Polres Blora berkomitmen menjadikan setiap pemohon SIM sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas demi terwujudnya budaya berkendara yang aman dan beretika di Kabupaten Blora.
“Saya sangat terbantu dengan arahan dari petugas sebelum ujian. Jadi tahu tahapan dan apa saja yang harus dipersiapkan. Ternyata membuat SIM tidak sulit asal kita belajar dan disiplin,” ujar Ika, salah satu pemohon SIM C di Satpas 1440 Polres Blora.
Ia mengaku pengalaman tersebut membuatnya semakin paham pentingnya keselamatan berkendara.
“Sekarang saya lebih sadar bahwa SIM bukan sekadar kartu, tapi bukti kita siap menjadi pengemudi yang bertanggung jawab,” tambahnya.
