INFO MEDIA, BLORA – Riza Sefiani, ibu rumah tangga berusia 40 tahun yang tinggal di Kabupaten Blora, berbagi kisah hidupnya yang penuh dengan tantangan dan ketegaran. Di tengah kesulitan ekonomi dan keterbatasan yang ada, Sefiani harus menghadapi kenyataan pahit bahwa anaknya, Revalino (12) mengalami difabel dan didiagnosis menderita serebral palsi, epilepsi, serta berbagai komplikasi penyakit lainnya sejak masih kecil. Meski hidup penuh dengan ujian berat, Sefiani tetap tegar dan merasa sangat bersyukur karena telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Sefiani, yang kerap dipanggil dengan nama panggilan akrabnya oleh keluarga dan kerabat, menceritakan kisahnya bagaimana program JKN melalui BPJS Kesehatan telah menjadi penyelamat hidup bagi keluarganya, saat menghadiri sosialisasi dari BPJS Kesehatan di Blora, selasa (10/12).
“Kalau bukan karena BPJS Kesehatan, saya nggak tahu gimana nasib Revalino sekarang. Anak saya harus dirawat secara rutin, ke rumah sakit untuk terapi, bahkan sampai rawat inap beberapa kali. Semua biaya perawatan yang mahal itu ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kalau harus bayar sendiri, jujur, saya nggak sanggup,” cerita Sefiani dengan mata berkaca-kaca, mengenang betapa berat beban yang harus ia pikul.
Dalam kesehariannya, Sefiani dan suaminya yang bekerja sebagai buruh serabutan harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Penghasilan keluarga yang pas-pasan membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan, terutama dalam membiayai kebutuhan pengobatan dan perawatan kesehatan Revalino yang memang tidak sedikit.
“Suami saya bekerja sebagai buruh serabutan, pendapatannya nggak tentu. Dalam situasi seperti itu, kebutuhan keluarga dan kesehatan Revalino tetap harus dipenuhi. Terkadang kami nggak tahu harus bagaimana untuk memenuhi kebutuhan kami, ditambah lagi dengan kondisi anak saya yang seperti ini,” ujarnya.
Sejak Revalino masih bayi, Sefiani sudah menyadari bahwa kondisi kesehatan anaknya tidak seperti anak-anak lainnya. Ketika dokter akhirnya mendiagnosis Revalino dengan diagnosa serebral palsi dan epilepsi, Sefiani merasa dunianya runtuh. Namun, dengan adanya Program JKN, ia mendapatkan harapan untuk keberlangsungan hidup anaknya.
“Awalnya, saya bingung dan takut, karena kami tahu pengobatan penyakit seperti ini tidak murah. Tapi ketika tahu bahwa BPJS Kesehatan bisa menanggung semua biaya, saya merasa seperti mendapat secercah harapan. Semua terapi dan obat-obatan yang dibutuhkan Revalino bisa dipenuhi tanpa harus mengkhawatirkan soal uang.”lanjutnya dengan mengusap air mata.
Setiap hari, bagi Sefiani, adalah sebuah perjuangan. Ia tidak hanya harus merawat Revalino, yang membutuhkan perhatian ekstra, tetapi juga mengatur keuangan keluarga yang sangat terbatas. Menurutnya, kondisi Revalino membutuhkan perawatan medis yang intensif, termasuk terapi berkala di rumah sakit, serta rawat inap jika terjadi komplikasi yang lebih serius.
“Kesehatan Revalino memang harus terus dipantau. Kami harus sering ke rumah sakit untuk kontrol rutin jika obatnya habis. Kadang, Revalino harus dirawat inap kalau kondisinya memburuk, terutama saat serangan epilepsinya kambuh. Semua itu memerlukan biaya besar, tapi berkat BPJS Kesehatan, kami tidak perlu mengkhawatirkan soal itu. Kami tinggal fokus pada kesehatan Revalino saja,” ujarnya dengan senyum yang menggambarkan rasa syukur.
Sefiani juga menceritakan saat-saat kritis ketika anaknya mengalami serangan epilepsi yang tidak terduga.
“Serangan kejang itu bisa datang kapan saja, tanpa peringatan. Saya merasa panik dan takut, tapi kami harus cepat-cepat membawanya ke rumah sakit. Dulu, saya selalu khawatir soal biayanya, apakah kami bisa membayar atau tidak. Tapi sekarang, saya merasa lebih tenang karena BPJS Kesehatan menanggung semua biaya itu dan saya bisa fokus merawat Revalino, tanpa harus takut tidak mampu membayar biaya rumah sakit lagi.”tuturnya.
Program JKN, yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, tidak hanya memberikan perlindungan finansial bagi keluarga kecil ini, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan tenang dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Dengan adanya Program JKN, kami merasa bahwa Revalino telah mendapatkan perawatan yang dia butuhkan dan berkualitas. Kami tidak perlu takut lagi soal biaya.,” terangnya sambil mengusap air mata haru.
Tidak bisa dipungkiri, BPJS Kesehatan telah menjadi pelindung dalam sektor kesehatan dan finansial bagi banyak keluarga yang menghadapi situasi sulit seperti yang dialami Sefiani dan keluarganya. Di tengah segala keterbatasan, mereka masih bisa mendapatkan akses layanan kesehatan berkualitas tanpa harus khawatir soal biaya yang besar. Sefiani berharap agar lebih banyak masyarakat yang menyadari betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan, terutama bagi mereka yang kurang mampu atau yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi medis serius.
“Sekarang saya nggak perlu khawatir lagi tentang masa depan kesehatan Revalino. Dengan BPJS Kesehatan, dia akan terus mendapatkan perawatan yang dibutuhkan, dan itu membuat saya merasa lebih tenang sebagai ibu dan bisa merawat Revalino dengan baik,” katanya sambil tersenyum.
Kisah Sefiani dan perjuangannya merawat anaknya menjadi pengingat bagi kita semua tentang betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Dalam kondisi seperti apapun, kesehatan adalah hal yang paling utama. Dan bagi keluarga-keluarga yang menghadapi situasi sulit seperti Sefiani, BPJS Kesehatan bukan hanya sekadar program pemerintah, tetapi sebuah solusi nyata yang memberikan harapan dan masa depan yang lebih baik. (Cp)
Perjuangan Ibu Rumah Tangga Merawat Anak Difabel Komplikasi, BPJS Kesehatan Jadi Penyelamat
