Simpatisan PDIP Kena Bogem

Simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Semarang, Suparjiyanto (46) korban pemukulan anggota DPRD dari Partai Gerindra saat ditemui wartawan di RS Pantiwoloso Citarum, Sabtu (9/9/2023).

SEMARANG, INFOMEDIA.ID.

Simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Semarang, Suparjiyanto (46) korban diduga terkena pemukulan anggota DPRD dari Partai Gerindra saat ditemui wartawan di RS Pantiwoloso Citarum, Sabtu (9/9/2023).

Warga Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara diduga terkena pukulan usai memasang bendera partai (PDIP, red) di sekitar lokasi kediaman anggota DPRD dari Partai Gerindra, pada Jumat (8/9/2023) malam.

“Tadi lihat relawan pasang bendera (PDI Perjuangan), sepulang bekerja,” ujarnya, di RS Pantiwoloso Citarum, Kota Semarang, Sabtu (9/9/2023).

Simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Semarang, Suparjiyanto (46) korban pemukulan anggota DPRD dari Partai Gerindra saat ditemui wartawan di RS Pantiwoloso Citarum, Sabtu (9/9/2023).
Suparjiyanto (46) korban dugaan pemukulan anggota DPRD dari Partai Gerindra saat ditemui wartawan di RS Pantiwoloso Citarum, Sabtu (9/9/2023).

Sekira pukul 21.30 WIB usai memasang bendera, Suparjiyanto menceritakan, salah satu anggota DPRD dari Partai Gerindra (JS) mendatangi rumahnya sambil teriak teriak dan memukul pipi sebelah kanan.

“Belum sempat ngobrol, langsung main pukul. Iya ini disebelah pipi kanan,” ungkapnya.

Peristiwa pemukulan dirumahnya itu, kata simpatisan PDIP, sontak membuat warga heboh dan melerai.

“Ada perempuan yang bersama JS, menarik saya keluar dari dalam rumah dan meminta untuk mengambil kembali bendera yang sudah terpasang itu. Ada warga yang melerai, JS pun pergi,” katanya.

Sekitar pukul 23.00 WIB korban (Suparjiyanto, red) mendatangi dan menceritakan kepada penjaga posko PDI Perjuangan dan mendapatkan respon kader yang berjaga.

“Didampingi kader, melaporkan ke Polda Jateng dengan LP no: LP/B/167/IX/2023/SPKT/POLDA JAWA TENGAH,” terangnya.

Sebagai tambahan informasi, pasca kejadian tersebut Suparjiyanto sedikit trauma dan menjalani rawat inap karena merasakan luka memar. Dari pihak dokter RS korban diminta dirawat selama dua hari kedepan. (Gun).