Ratusan Ton Sampah Dibersihkan Pasca Banjir Demak, Ratusan Personil Alugoro Dikerahkan

Ratusan personel dari Batalyon Infanteri 410/Alugoro saat membantu proses pembersihan pasca banjir di Demak, Sabtu (2/3/2024).

DEMAK, INFO MEDIA – Dalam upaya penanganan dampak bencana banjir yang melanda Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, kondisi ini memerlukan penanganan cepat mengingat volume sampah dan lumpur yang cukup besar harus dibersihkan setiap hari.

Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Kav Maryoto, mengungkapkan bahwa ratusan personel dari Batalyon Infanteri 410/Alugoro telah tiba untuk membantu proses pembersihan.

Kedatangan mereka merupakan bagian dari kekuatan tambahan yang diperintahkan oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Tandyo Budi R. untuk mempercepat penanganan pasca banjir.

“Kami menerima bantuan personel BKO dari Yonif 410/Alugoro yang tiba Minggu sore kemarin. Ini adalah upaya bersama sesuai arahan Pangdam dan Danrem 073/Makutarama. Kami berharap dengan adanya bantuan ini, tumpukan sampah yang berserakan dapat segera diatasi,” kata Dandim saat mengecek lokasi pembersihan, Sabtu (1/3/2024).

Dalam operasi pembersihan ini, TNI juga mengerahkan alat berat seperti Loader dan Dumptruck dari Yon Zipur 4/TK, serta truk sampah dari Pemerintah Kabupaten Demak. Personel BKO dari Yonif 410/Alugoro dan Yon Zipur 4/TK ditempatkan di kantor Koramil 08/Karanganyar, kantor Kecamatan Karanganyar, dan gedung IPHI Karanganyar untuk memudahkan koordinasi dan pengerahan ke lokasi bencana.

Dandim menambahkan bahwa pembersihan sampah pasca banjir merupakan tugas berat yang membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak dapat berpartisipasi dalam upaya ini.

“Kami mengajak semua pihak untuk ikut serta membantu, mengingat volume sampah yang bisa mencapai ratusan ton. Dukungan dari semua elemen sangat kami harapkan untuk mempercepat proses pembersihan,” tutup Dandim.

Keterlibatan TNI dalam penanganan pasca bencana banjir di Demak ini menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak, sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara militer dan masyarakat dalam menghadapi bencana. (Gun).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *