Blora (Info Media) — Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memastikan warga rentan di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, mendapatkan akses pelayanan dasar setelah tim gabungan turun langsung menindaklanjuti kondisi mereka.
Ketiga warga rentan tersebut yakni Samini, Sumi, dan Suni yang tinggal di Dukuh Goloyo, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini mengatakan penanganan tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan administrasi kependudukan dan layanan kesehatan.
“Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian media terhadap warga Blora yang belum terjangkau. Hari ini kami langsung turun memberikan bantuan dan memastikan administrasi kependudukan serta layanan kesehatan mereka terpenuhi,” ujar Budhe Rini, sapaan akrabnya, dilokasi, Senin (31/8/2026).
Hasil peninjauan menunjukkan sejumlah warga berada dalam kondisi memprihatinkan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Selain tiga warga yang sebelumnya terdata, tim menemukan warga lain yang juga memerlukan perhatian.
Mereka di antaranya penderita tuberkulosis (TBC), suami penderita TBC, serta seorang perempuan yang mengalami stroke.
Pemerintah daerah kemudian menyiapkan sejumlah langkah penanganan, termasuk mendata warga yang belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) untuk segera mendapatkan dokumen administrasi kependudukan.
Budhe Rini juga meminta Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara rutin setiap bulan untuk memastikan kondisi warga tetap terkontrol.
Selain aspek kesehatan dan administrasi kependudukan, pemerintah juga akan memperbaiki fasilitas tempat tinggal warga, terutama tempat tidur dan kamar mandi agar lebih layak dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Kami lebih suka penanganan di sini agar warga tetap dekat dengan keluarganya. Yang penting kami benahi fasilitas tidur dan kamar mandinya,” katanya.
Menurut dia, penanganan di rumah menjadi pilihan agar warga tetap berada di lingkungan keluarga, sekaligus memastikan fasilitas dasar yang dibutuhkan dapat diperbaiki.
Pendampingan selanjutnya dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Desa Jurangjero agar kondisi warga dapat dipantau secara berkelanjutan.
Budhe Rini berharap keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan media dapat memperkuat pendataan serta pendampingan terhadap warga rentan sehingga tidak ada masyarakat yang luput dari pelayanan dasar.
“Dengan sinergi ini, kami berharap kesejahteraan warga rentan terus meningkat dan tidak ada lagi yang tertinggal,” ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, peninjauan warga rentan dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri atas Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda), Dinas Sosial (Dinsos), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Pesna, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil), serta Media Peduli.

