Blora (Info Media) — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memperkuat konsolidasi organisasi dan soliditas kader melalui Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) daerah pemilihan (dapil) 1 yang digelar di Lapangan Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Minggu (30/8/2026) malam.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora Andita mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi sekaligus membangun komunikasi dan soliditas kader hingga tingkat akar rumput.
“Ini merupakan penguatan kita sebagai keluarga besar PDI Perjuangan di dapil 1,” katanya.
Ia mengatakan konsolidasi di dapil 1 mencakup empat kecamatan, yakni Blora Kota, Jepon, Jiken, dan Bogorejo, dengan total 1.388 kader yang tergabung dalam struktur organisasi partai.
Andita mengatakan berdasarkan data kepengurusan, struktur tersebut mencakup 78 desa, 44 PAC, 546 ranting, 266 dukuh, dan 798 anak ranting.
Kecamatan Blora Kota menjadi wilayah dengan jumlah kader terbanyak, yakni 528 orang, disusul Jepon 411 orang, Bogorejo 238 orang, dan Jiken 211 orang.
“Di Jepon totalnya ada 175 anggota ranting dan 225 anggota anak ranting. Kecamatan Jiken ada 77 anggota ranting dan 123 anak ranting, sedangkan Bogorejo ada 98 anggota ranting dan 129 anak ranting,” ujarnya.
Menurut Andita, penguatan struktur organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting penting untuk memastikan komunikasi antara pengurus dan kader berjalan dengan baik.
Selain memperkuat organisasi, konsolidasi tersebut diharapkan mampu mendorong kader untuk semakin aktif menjalankan kerja-kerja politik serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengajak seluruh kader menjadikan Musran dan Musanran sebagai momentum mempererat kebersamaan dan meningkatkan semangat gotong royong sebagai keluarga besar PDI Perjuangan di Kabupaten Blora.
Sementara itu, anggota DPR RI Edy Wuryanto yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi konsolidasi kader yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora.
Ia berharap PDI Perjuangan di Kabupaten Blora ke depan semakin baik, bergairah, dan solid. Menurut dia, kekuatan partai salah satunya ditentukan oleh kader yang aktif bergerak hingga tingkat bawah.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih karena Bapak-Ibu berkenan bergabung menjadi kader PDI Perjuangan di Kabupaten Blora,” katanya.
Edy menilai keberadaan kader di tingkat ranting dan anak ranting merupakan modal penting bagi keberlangsungan organisasi partai.
Ia juga mendorong semakin banyak anak muda terlibat dalam kepemimpinan dan kegiatan politik di Kabupaten Blora.
Menurut dia, kader muda harus memiliki kekuatan fisik, kemampuan berpikir, serta kreativitas untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Memimpin Blora membutuhkan orang-orang yang cerdas dan memiliki integritas yang baik,” ujarnya.
Edy yang merupakan anggota Komisi IX DPR RI itu menegaskan kader PDI Perjuangan harus mampu menjalankan semangat perjuangan untuk mengabdi kepada masyarakat, terutama masyarakat miskin dan kelompok marhaen.
Ia menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan akses kesehatan, pendidikan, dan jaminan sosial masyarakat miskin.
“Kalau ada orang miskin sampai sakit dan masih memikirkan biaya, negara ini dosa besar. Kader PDI Perjuangan harus berteriak keras karena orang miskin tidak boleh ditelantarkan,” katanya.
Selain akses kesehatan, Edy menilai perlindungan jaminan sosial bagi pekerja juga perlu menjadi perhatian, termasuk bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.
Menurut dia, masyarakat miskin juga harus mendapatkan akses pendidikan yang layak sehingga tidak semakin tertinggal.
Ia berharap konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting tidak hanya memperkuat struktur partai, tetapi juga meningkatkan kerja nyata kader dalam membantu masyarakat.
“Kader harus terus bekerja dan tidak mudah menyerah. Jika ingin PDI Perjuangan Blora sukses, teruslah berusaha dan pantang menyerah,” katanya.
Kegiatan Musran dan Musanran Dapil 1 tersebut juga dirangkai dengan pelantikan struktur baru PDI Perjuangan Kabupaten Blora serta hiburan bagi kader dan masyarakat yang hadir.

