Mbak Etik Jembatani GKJTU dan RSUD

Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati saat menghadiri HUT ke 86 GKJTU Blora, Minggu (6/8/2023). Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati saat menghadiri HUT ke 86 GKJTU Blora, Minggu (6/8/2023).

BLORA, INFOMEDIA.ID.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati mengatakan bahwa akan membantu mengkomunikasikan, menjembatani pihak Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) dan RSUD Dr. R. Soetijono Blora, rencana pengelolaan parkir agar dapat dimaksimalkan di lahan milik gereja (samping SMP Kristen Blora, red).

“Sebelumnya, memang sudah ada pembicaraan tentang hal itu di masa Direktur RSUD Blora tempo dulu, agar akses di jalan Dr. Sutomo No 44, Blora, tidak mengganggu akses diluar jalan,” ungkap Wakil Bupati Blora, saat menghadiri HUT ke 86 GKJTU Blora, yang dirangkai dengan napak tilas bangunan bersejarah peninggalan di era Belanda.

 

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati bersama anggota Jemaat GKJTU saat memperingati HUT ke 86, Minggu (6/8/2023).
Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati bersama Jemaat GKJTU saat memperingati HUT ke 86, Minggu (6/8/2023).

Mbak Etik (sapaan akrab Wakil Bupati Blora) menambahkan HUT ke 86 ini, menjadi moment penting. Hubungan itu memang tidak dapat dipisahkan, asal muasal lingkungan dari GKJTU.

“Saya masih ingat betul, pembangunan itu (gedung 4 lantai RSUD Dr. R. Soetijono Blora, red), lahan GKJTU digunakan sebagai jalur trayek maupun penyimpanan material dan alat berat,” terang Mbak Etik, pda Minggu (06/8/2023) kepada wartawan Info Media, disela sela napak tilas peninggalan jaman Belanda, Lonceng yang terbuat dari perunggu seberat 300 kilogram.

Apa yang sudah diperjuangkan GKJTU, kata Tri Yuli Setyowati, pihaknya akan berusaha membantu sebaik mungkin agar dapat mempertemukan, berkomunikasi, silaturahmi dengan RSUD Dr. Soetijono Blora. Kita ada regulasi, ada aturan. Boleh tidaknya, bersama sama untuk berjuang.

“Tanpa membedakan, selama masih merah dan putih, siap menindaklanjuti dan melayani masyarakat. Secepatnya dan segera,” imbuhnya.

Sementara, Pendeta GKJTU Blora, Agus Setiyono menyampaikan bahwa di Kabupaten Blora, ada banyak peninggalan warisan budaya di era penjajahan Belanda. Ada beberapa situs bersejarah, yang sudah masuk cagar budaya.

Seperti halnya lonceng, tourent air dibelakang SMP Kristen Blora, termasuk bangunan sejarah di GKJTU Blora.

“Terima kasih, apa yang sudah diperjuangkan, semoga bermanfaat,” ungkapnya. (Gun).

error: Content is protected !!