Dari Bandara Ngloram Ke Festival Desa Wisata

Festival Desa Wisata Kabupaten Blora 2023 di kampung durian Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Minggu (6/8/2023). (Sumber Foto : infopublik.id). Festival Desa Wisata Kabupaten Blora 2023 di kampung durian Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Minggu (6/8/2023). (Sumber Foto : infopublik.id).

BLORA, INFOMEDIA.ID.

Bupati Blora mengatakan dengan aktifnya Bandara Ngloram, masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Blora bisa memiliki pilihan tambahan menuju Blora. Selama ini sudah ada alat angkutan bus dan kereta api cepat menuju kota Blora, di kutip dari Tempo.co,

Berangkat dari pernyataan tersebut Bandara Ngloram yang semestinya dapat menjadi sarana transportasi para wisatawan ke Kabupaten Blora tentu saja hari ini tidak dapat diharapkan lebih oleh masyarakat Blora.

Salah satunya tentu saja karena tidak banyak festival maupun kegiatan – kegiatan dengan skala yang dapat mendongkrak perhitungan bisnis maskapai penerbangan hingga dapat mengoperasikan penerbangan komersial kembali ke dan dari Kabupaten Blora. Bandara Ngloram tertidur pulas, mungkin saja ia bermimpi buruk.

Jika kita cermati lebih jauh, tertidurnya Bandara Ngloram seolah menjadi pemicu bagi Pemerintah Kabupaten Blora untuk terus belajar dengan mengupayakan kegiatan-kegiatan guna mendongkrak dan membenahi urusan wisata di Kabupaten Blora, salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Desa Wisata yang diselenggarakan di Dukuh Nglawungan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, pada Minggu (06/8/2023).

Festival Desa Wisata Kabupaten Blora 2023 di kampung durian Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Minggu (6/8/2023). (Sumber Foto : infopublik.id).
Festival Desa Wisata Kabupaten Blora 2023 di kampung durian Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Minggu (6/8/2023). (Sumber Foto : infopublik.id).

Program pengembangan Desa Wisata ini tentu saja harapannya dapat mendongkrak ekonomi desa melalui pariwisata dengan mendatangkan wisatawan dari dalam maupun luar Kabupaten Blora, apalagi kalau ujungnya bukan itu?

“Betul mas. Untuk tempat, dipilih yang sudah Desa Wisata, punya nuansa alam yang memadai dan ada kesejukan. Dalam artian tidak panas,” ungkap Kabid Pariwisata, Dinporabudpar Blora, Budi Riyanto, saat ditanya wartawan kenapa Festival Desa Wisata memilih diselenggarakan di Dukuh Nglawungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Dalam keterangan tertulisnya, Budi menambahkan melalui penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat memberikan ruang untuk dapat mempromosikan ragam potensi Desa Wisata.

“Diikuti 10 Desa Wisata, sementara Pemerintah Kabupaten Blora telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Desa Wisata 18 desa,” terangnya, Jumat (11/8/2023).

Khusus untuk Desa Sambongrejo, kata Budi, hanya terlibat partisipasi saja. Karena telah mendapatkan penghargaan dari Anugerah Desa Wisata (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf menjadi 75 Desa Wisata terbaik di Indonesia.

Sementara itu Kepala Desa Tunjungan Yasir memiliki pemikiran, yang terpenting bukan festivalnya namun tindak lanjut yang nyata bagaimana Desa Wisata benar-benar mampu menjadi daya tarik bagi para wisatawan sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat secara luas.

“Festival ini hanya bagian dari ajang promosi Desa Wisata, yang lebih penting lagi kita harus mampu berkerjasama dan kolabarasi dari berbagai kegiatan dari hilir dan hulu. Tentunya harus didukung dengan segala pihak baik mulai pengambil kebijakan sampai ke kalangan penggiat wisata,” kata Yasir dalam keterangan tertulisnya, pada Jumat (11/8/2023) yang juga menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Desa Wisata.

Disisi lain dari salah satu peserta yang ditemui awak media, Desa Bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, Juara 6 (Harapan 3) Festival Desa Wisata tersebut, saat ini terlihat begitu giat mengembangkan melalui beragam program untuk Noyo Gimbal View, dan enggan memberikan komentar terkait penyelenggaraan Festival Desa Wisata itu.

Sementara Ariadi Widiawan, Kepala Bandara Ngloram saat ditanya keaktifan Bandara Ngloram menjawab saat ini masih dikomunikasikan dengan pihak maskapai, Jumat (11/8/2023) dalam keterangan tertulisnya.

Dikutip dari situs resmi dinporabudpar.blorakab.go.id, Festival Desa Wisata Kabupaten Blora tahun ini diraih oleh Desa Bangowan, Kecamatan Jiken. Berikut desa-desa yang meraih juara di Festival Desa Wisata Blora 2023. Desa Bangowan, Keamatan Jiken raih juara I dengan nilai 2875, juara terbaik II diraih Desa Tempellamahbang, Kecamatan Jepon dengan nilai 2675, juara terbaik III diraih Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan dengan nilai 2610.

Untuk juara harapan 1 diraih Desa Nglobo, Kecamatan Jiken dengan nilai 2330, harapan 2 diraih Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken dengan nilai 2220. Sedangkan untuk juara harapan 3 diraih Desa Bangsri, Kecamatan Jepon dengan nilai 2185.

Hanif Masadini salah satu pengelolaan Desa wisata Bangowan mengaku bersyukur atas capaian juara 1 yang didapat ini.

“Alhamdulillah bisa juara satu. Sebenarnya bukan ini yang terpenting, melainkan bagaimana kedepannya desa wisata ini bisa maju dan menjadi salah satu desa wisata unggulan yang ada di Blora,” ucapnya.

Setelah “Sukses” menyelenggarakan Festival Desa Wisata apakah pemajuan desa di sektor pariwisata akan berkembang secara signifikan atau justru akan menjadi “Beban” tambahan bagi desa? Apakah Bandara Ngloram akan bangun dari tidurnya lantas menyambut wisatawan dengan bahagia? (Gun).

error: Content is protected !!