Pati (Info Media) – BPJS Kesehatan mengajak para pekerja menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah meningkatnya risiko penyakit tidak menular (PTM) yang kini banyak menyerang kelompok usia produktif.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Company Gathering bertema “Mewujudkan Pekerja Sehat dan Produktif Melalui Jaminan Kesehatan Berkualitas” yang digelar di Rembang, Rabu.
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Yongki mengatakan kesehatan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas kerja. Menurut dia, pekerja yang sehat akan lebih fokus dan mampu bekerja secara optimal dalam jangka panjang.
“Berbagai kebiasaan kurang sehat seperti minim aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, kurang tidur, hingga stres yang tidak terkelola dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit,” katanya.
Ia menjelaskan perubahan gaya hidup masyarakat modern turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus PTM, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, dan gangguan pernapasan kronis.
Menurut dia, banyak pekerja tidak menyadari gejala awal gangguan kesehatan karena sering dianggap sebagai keluhan biasa. Gejala seperti mudah lelah, sering haus, sering buang air kecil, tekanan darah tinggi, sakit kepala berulang, sulit tidur, hingga nyeri punggung perlu mendapat perhatian lebih.
Untuk mencegah PTM, Yongki mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat melalui konsep CERDIK, yakni cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
Ia menuturkan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki saat istirahat, menggunakan tangga, melakukan peregangan di sela pekerjaan, hingga rutin berolahraga dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Selain itu, pekerja juga dianjurkan menjaga pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memenuhi kebutuhan protein, serta membatasi asupan gula, garam, dan lemak.
“Tidur yang cukup selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam juga penting untuk menjaga konsentrasi, kestabilan emosi, memperbaiki metabolisme tubuh, serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis,” ujarnya.
Yongki juga mengingatkan pentingnya mewaspadai hipertensi dan diabetes yang banyak menyerang usia produktif.
Menurut dia, hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala meski dapat merusak organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal. Sementara itu, diabetes dapat berkembang secara perlahan dan menimbulkan komplikasi serius apabila tidak terdeteksi sejak dini.
Ia menegaskan upaya pencegahan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara rutin, dan pengelolaan stres yang baik merupakan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan sekaligus produktivitas pekerja.
“Menjaga kesehatan bukan hanya untuk menghindari penyakit, tetapi juga sebagai investasi agar tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik,” katanya.
