Poltekkes Kemenkes Semarang Dorong Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Blora

Blora (Info Media) — Tim dosen Program Studi Kebidanan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Semarang, mendorong deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) melalui pemeriksaan kesehatan bagi warga Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan di Balai Desa Purworejo dengan mengusung tema “Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Melalui Pemeriksaan Kesehatan di Kantor Desa Purworejo”.

Ketua tim pengabdian Kuswanto, S.Kep., Ns., M.HKes, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi masih tingginya angka penyakit tidak menular di masyarakat sekaligus rendahnya kesadaran warga untuk memeriksakan kesehatan secara berkala,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan sejumlah PTM, seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, dan asam urat, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat masyarakat terkadang baru mengetahui adanya gangguan kesehatan setelah kondisinya memburuk.

“Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting yang bisa kita lakukan bersama,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Blora dan melayani sekitar 30 hingga 50 warga Desa Purworejo yang sebelumnya mendaftar melalui grup WhatsApp desa.

Pemeriksaan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol total, dan asam urat menggunakan alat GCU-meter berbasis stik, hingga konsultasi hasil pemeriksaan.

Sampel darah diambil dari ujung jari menggunakan lancet dan alkohol swab, kemudian diperiksa menggunakan GCU meter sehingga hasilnya dapat diketahui secara langsung.

Setelah pemeriksaan, setiap peserta mendapatkan penjelasan mengenai hasil kesehatan mereka serta anjuran untuk menerapkan pola hidup sehat. Peserta juga mendapatkan vitamin.

Anggota tim pengabdian Anjar Astuti, S.ST., M.Tr.Keb, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pencegahan PTM.

“Kami tidak hanya memeriksa, tetapi juga mengajak warga memahami hasil pemeriksaannya dan apa yang perlu dilakukan setelahnya, misalnya mengurangi konsumsi garam dan gula, rutin bergerak, serta rutin memeriksakan diri ke Posbindu PTM di desa,” katanya.

Pemerintah Desa Purworejo menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Semarang dapat dilanjutkan secara rutin.

Selain pemeriksaan langsung, tim pengabdian juga mendorong penguatan peran kader kesehatan desa dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM agar kegiatan deteksi dini dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, warga diharapkan semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga risiko PTM dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!