19 Siswa SD di Blora Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Bogowanti, Ngawen, Yayasan Mitra Cendekia Waskita. Sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Bogowanti, Ngawen, Yayasan Mitra Cendekia Waskita.

Blora (Info Media) – Sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Bogowanti, Ngawen, Yayasan Mitra Cendekia Waskita.

Para siswa mengalami keluhan berupa mual, muntah, pusing, dan sakit perut sesaat setelah menyantap makanan serta minum susu kemasan yang dibagikan dalam program tersebut. Seluruh siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ngawen.

Salah seorang wali murid, Ranti, warga Desa Sendangrejo, mengatakan dirinya mendapat informasi dari guru sekitar pukul 08.00 WIB bahwa anaknya sedang dirawat di Puskesmas Ngawen.

“Saya sedang menunggu di depan sekolah ketika guru mengabarkan anak saya dirawat di puskesmas. Saya langsung panik dan segera menyusul ke sana,” ujarnya di Blora, Senin.

Menurut Ranti, anaknya yang duduk di kelas V mengeluhkan mual, pusing, sakit perut, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan dan susu kemasan dari program MBG.

Salah seorang siswa kelas V, Aliando, mengatakan menu MBG yang diterimanya terdiri atas nasi, telur gulung, anggur, kacang, dan susu cokelat kemasan.

“Tadi habis upacara kami makan MBG. Setelah makan saya minum susu. Tidak lama kemudian saya merasa pusing, mual, lalu muntah-muntah di kelas,” katanya.

Sementara itu, guru SD Negeri Sendangrejo, Ahmad Fatoni, mengatakan makanan MBG diterima sekolah sekitar pukul 06.30 WIB dan dibagikan kepada siswa setelah pelaksanaan upacara.

“Makanan diterima sekitar pukul 06.30 WIB, kemudian kami bagikan kepada anak-anak setelah upacara,” ujarnya.

Ia menduga keluhan yang dialami para siswa kemungkinan berasal dari susu kemasan, meski penyebab pastinya masih belum diketahui.

“Indikasinya ada di susunya. Mungkin karena cara penyimpanannya atau bagaimana sehingga diduga sudah tidak layak konsumsi,” katanya.

Menurut dia, pihak sekolah telah menarik seluruh susu kemasan yang belum diminum siswa untuk diserahkan kepada pihak berwenang guna dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Setelah dicek, susu yang belum diminum langsung ditarik semua dan dibawa ke laboratorium,” ujarnya.

Fatoni menambahkan, susu tersebut belum melewati masa kedaluwarsa karena masih berlaku hingga 2027.

“Kalau kedaluwarsa tidak, karena masih sampai 2027. Tapi mungkin cara penyimpanannya dari SPPG atau bagaimana, kami juga belum tahu,” katanya.

Ia mengatakan sebanyak 19 siswa dari kelas III, IV, dan V mengalami gejala mual, sakit perut, dan sekitar delapan siswa sempat muntah.

“Habis makan anak-anak mulai merasa mual, kemudian langsung dibawa ke puskesmas,” ujarnya.

Fatoni berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan proses pengawasan makanan sebelum dibagikan kepada siswa dapat diperketat.

“Harapannya diperbaiki lagi dan dicek lebih teliti sebelum dibagikan ke anak-anak. Kasihan anak-anak,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pergantian penyedia dapur MBG, Fatoni mengatakan hal tersebut menjadi salah satu harapan agar pelayanan dapat lebih baik.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ngawen Sri Endarti mengatakan seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis.

“Dari 19 pelajar yang dirawat, 13 orang sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Sementara enam pelajar lainnya masih dalam perawatan petugas,” katanya.

Ia menambahkan, pihak Puskesmas Ngawen masih melakukan observasi terhadap kondisi para siswa. Adapun penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium oleh instansi terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!