PT Gendhis Multi Manis Blora Upayakan Perbaikan Mesin demi Menjaga Serapan Tebu

PT Gendhis Multi Manis (GMM), Kabupaten Blora, Jawa Tengah. PT Gendhis Multi Manis (GMM), Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Blora (Info Media) — PT Gendhis Multi Manis (GMM) terus mengupayakan perbaikan mesin pabrik gula di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, setelah mengalami kerusakan boiler yang berdampak pada penurunan produksi gula pada musim giling 2025.

Plt. Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, mengatakan pada musim giling 2025 perusahaan menargetkan penyerapan tebu sebanyak 400.000 ton dengan rendemen tujuh persen dan masa giling 150 hari.

Namun target tersebut tidak tercapai karena adanya kerusakan pada sejumlah bagian mesin pabrik, terutama boiler.

Sepanjang tahun 2025, PT GMM hanya mampu menggiling sekitar 219.774 ton tebu dengan rendemen 6,03 persen dan menghasilkan Gula Kristal Putih sebanyak 12.138 ton.

“Kerusakan boiler membuat proses giling harus dihentikan lebih awal untuk menghindari kerusakan yang lebih parah,” kata Sri Emilia.

Meski demikian, perusahaan tetap berupaya membantu petani tebu di Blora dengan berkoordinasi dengan beberapa pabrik gula lain, di antaranya PT Kebun Tebu Mas di Lamongan dan PT Kebon Agung di Trangkil, guna menyerap tebu milik petani Blora.

“PT GMM juga memberikan layanan gratis penggunaan crane dan jembatan timbang agar truk kecil dapat melakukan proses langsir ke truk tronton sehingga pengangkutan tebu lebih mudah,” imbuhnya.

Direktur Operasional PT GMM, Krisna Murtiyanto, mengatakan manajemen perusahaan telah menyusun rencana perbaikan menyeluruh pada sejumlah bagian mesin pabrik.

“Rencana tersebut belum dapat segera dilaksanakan karena kondisi keuangan perusahaan yang masih mengalami defisit,” terang Krisna.

Untuk itu, PT GMM telah berkomunikasi dengan pemegang saham, yakni Perum BULOG dan PT Mandiri Pangan Sejahtera, guna meminta dukungan dalam perbaikan mesin pabrik.

Sebelumnya, jajaran Pemerintah Kabupaten Blora bersama DPRD, asosiasi petani tebu, serta serikat pekerja juga telah melakukan audiensi dengan Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, di Jakarta pada Januari 2026 untuk membahas dukungan perbaikan pabrik.

PT GMM berharap pabrik gula di Blora dapat kembali beroperasi pada 2026 karena keberadaan pabrik tersebut dinilai memiliki dampak ekonomi besar bagi masyarakat, mulai dari petani tebu, pekerja pabrik, hingga pelaku usaha kecil di sekitar kawasan pabrik.

“Kami tetap optimistis pabrik bisa kembali beroperasi setelah perbaikan mesin selesai dilakukan,” kata Krisna di Blora, dalam keterangan resminya, Kamis (12/3/2026). (Catur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!