Revitalisasi TK Muslimat IV Sonorejo Blora Tambah Ruang Kelas dan Fasilitas Pendidikan

Blora (Info Media) — Program revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui dukungan APBN Tahun Anggaran 2026 membantu menambah fasilitas pendidikan di TK Muslimat IV Desa Sonorejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kepala TK Muslimat IV Sonorejo Putri Dwi mengatakan program revitalisasi tersebut memiliki nilai bantuan sebesar Rp839,444 juta dan digunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas yang sebelumnya belum dimiliki sekolah.

“Ini pembangunan baru karena sebelumnya kami belum memiliki ruang kelas tambahan dan toilet,” katanya, saat ditemui, Selasa (6/10/2026).

Menurut dia, sebelum mendapatkan program revitalisasi, TK Muslimat IV Sonorejo hanya memiliki dua ruang kelas. Melalui program tersebut, sekolah kini mendapatkan tambahan satu ruang kelas, satu ruang administrasi, tiga bilik toilet, area bermain, fasilitas sanitasi, serta penataan lingkungan sekolah.

“Jumlah siswa kami saat ini sebanyak 34 anak. Dengan adanya tambahan ruang kelas ini, tentu sangat membantu kegiatan pembelajaran,” ujarnya.

Putri menjelaskan pelaksanaan pembangunan berlangsung selama 120 hari kalender, terhitung mulai 19 Juni 2026 hingga 16 Oktober 2026.

Ia menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sebelum batas waktu tersebut sehingga sekolah masih memiliki waktu untuk melakukan penataan dan menyelesaikan administrasi program.

“Kalau bisa akhir Oktober sudah selesai. Saya tidak ingin pekerjaan selesai terlalu mepet dengan batas waktu karena masih ada administrasi yang harus kami selesaikan,” katanya.

Berdasarkan rincian anggaran, pekerjaan pembangunan dan revitalisasi meliputi ruang pembelajaran dan edukasi baru (R-PEB) sebesar Rp208,770 juta, ruang administrasi Rp208,830 juta, toilet Rp148,634 juta, area bermain Rp99,503 juta, perataan atap Rp33,167 juta, serta sanitasi Rp33,017 juta.

Selain biaya pekerjaan fisik, terdapat anggaran manajemen sebesar Rp46,073 juta dan mebeler sebesar Rp62,8 juta.

Putri mengatakan terdapat pula pekerjaan tambahan di luar komponen anggaran tersebut, antara lain pemasangan paving di bagian depan sekolah, pembangunan pagar belakang, serta penyediaan alat permainan edukatif (APE).

Ia menjelaskan proses pengajuan program revitalisasi diawali dari pendataan melalui Dapodik. Sekolah kemudian mengajukan kebutuhan pembangunan sesuai kondisi dan fasilitas yang belum tersedia.

“Setelah pengajuan, ada beberapa kali pertemuan secara daring, termasuk wawancara mengenai kebutuhan sekolah. Kemudian ada bimbingan teknis yang kami ikuti di Yogyakarta,” katanya.

Dalam proses pencairannya, bantuan diberikan dalam dua tahap, yakni sebesar 70 persen pada tahap pertama dan 30 persen pada tahap kedua.

Putri mengapresiasi program revitalisasi tersebut karena dinilai sangat membantu sekolah, khususnya satuan pendidikan yang memiliki keterbatasan kemampuan untuk membangun fasilitas secara mandiri.

“Program revitalisasi ini sangat membantu, terutama bagi TK kecil seperti kami. Kalau mengajukan melalui aspirasi belum tentu disetujui, apalagi tahun ini ada efisiensi anggaran,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Blora yang telah membantu proses pengajuan hingga pencairan bantuan.

Putri juga mengapresiasi dukungan masyarakat sekitar yang ikut terlibat dalam pelaksanaan pembangunan secara swakelola.

“Terima kasih juga kepada warga sekitar yang mau bekerja bersama kami. Masyarakat juga banyak membantu, termasuk menyediakan makanan dan minuman untuk para pekerja. Kerukunan masyarakat di sini sangat baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua P2SP TK Muslimat IV Sonorejo Imam Mudin mengatakan pihak yayasan menyambut baik program revitalisasi tersebut karena memberikan dampak positif terhadap fasilitas pendidikan di sekolah.

“Yayasan sangat antusias dengan adanya bantuan ini. Setelah pembangunan berjalan, mereka juga sangat puas dengan hasilnya,” katanya.

Ia menilai pembangunan dikerjakan dengan baik karena melibatkan pengawasan sejak tahap awal hingga pekerjaan berjalan.

Menurut dia, kualitas pengerjaan terlihat dari struktur bangunan hingga material yang digunakan.

“Saya mengawal dari awal, mulai fondasi sampai sekarang. Pengerjaannya sangat bagus dan rapi. Seperti membangun milik sendiri, bukan sekadar karena mendapat bantuan,” ujarnya.

Imam mengatakan sedikitnya 23 tenaga kerja lokal dilibatkan dalam proses pembangunan tersebut.

Ia juga menilai material yang digunakan memiliki kualitas baik. Bahkan, pada bagian fondasi, pelaksana menggunakan struktur cakar ayam meskipun konstruksi tersebut tidak secara khusus diwajibkan.

“Besinya bagus, pasirnya juga bagus. Untuk fondasi bahkan menggunakan cakar ayam sehingga konstruksinya lebih kuat,” katanya.

Program revitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik TK Muslimat IV Sonorejo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!