Program “SISKa” Hadir di Blora: Satu Ibu Satu Kader untuk Selamatkan Nyawa Ibu Nifas

Dosen Kebidanan Blora, Dina Dewi Anggraini, S.ST., Keb., M.Kes., bersama tim pengabdian masyarakat, meluncurkan program inovatif bernama Pendampingan Ibu Nifas oleh Kader Pintar Kesehatan dengan Metode “SISKa” (Satu Ibu Satu Kader) untuk Deteksi Dini Komplikasi Masa Nifas. Dosen Kebidanan Blora, Dina Dewi Anggraini, S.ST., Keb., M.Kes., bersama tim pengabdian masyarakat, meluncurkan program inovatif bernama Pendampingan Ibu Nifas oleh Kader Pintar Kesehatan dengan Metode “SISKa” (Satu Ibu Satu Kader) untuk Deteksi Dini Komplikasi Masa Nifas.

Blora (INFO MEDIA) – Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi tantangan serius bagi sektor kesehatan di Indonesia. Data Sensus Penduduk 2020 mencatat AKI sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup (KH), bahkan meningkat menjadi 199 per 100.000 KH pada 2021. Di Jawa Tengah, AKI pada 2022 berada di angka 100,41 per 100.000 KH.

Di Kabupaten Blora, situasi ini juga cukup memprihatinkan. Pada 2022 tercatat 10 kasus kematian ibu, dan meningkat menjadi 13 kasus pada 2023.

Sebagian besar, yakni sembilan di antaranya, terjadi pada masa nifas. Penyebab utama kematian meliputi preeklampsia, perdarahan, serta komplikasi penyakit penyerta.

Masa nifas adalah periode penting setelah melahirkan yang sangat rentan bagi keselamatan ibu.

Komplikasi yang muncul pada fase ini sering kali berkembang cepat dan berisiko fatal jika tidak ditangani segera.

Keberhasilan melewati masa nifas sangat bergantung pada pengetahuan ibu untuk merawat diri dan mengenali tanda bahaya, serta dukungan dari tenaga pendamping kesehatan.

Menjawab tantangan ini, dosen Kebidanan Blora, Dina Dewi Anggraini, S.ST., Keb., M.Kes., bersama tim pengabdian masyarakat, meluncurkan program inovatif bernama Pendampingan Ibu Nifas oleh Kader Pintar Kesehatan dengan Metode “SISKa” (Satu Ibu Satu Kader) untuk Deteksi Dini Komplikasi Masa Nifas.

Program ini resmi diperkenalkan di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, pada Juli 2025. Tujuannya jelas menurunkan angka kematian ibu melalui pemberdayaan masyarakat, dengan cara menempatkan kader kesehatan sebagai pendamping personal bagi setiap ibu nifas.

Kader pintar kesehatan dilatih untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan ibu nifas.

Mereka bertugas melakukan kunjungan rumah, memberikan informasi mengenai perawatan masa nifas, mendampingi secara emosional, hingga mengajarkan deteksi dini tanda bahaya.

Lebih dari sekadar pendamping, kader menjadi sahabat terpercaya bagi ibu nifas, sekaligus “mata dan telinga” yang peka terhadap potensi komplikasi. Prinsip kerja program SISKa berfokus mencegah 3T, yakni:
• Terlambat mengambil keputusan untuk dirujuk.
• Terlambat sampai ke fasilitas kesehatan.
• Terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan adanya kader, keluarga diharapkan mampu membuat keputusan cepat dan tepat ketika muncul gejala bahaya.

Tahap awal kegiatan dimulai dengan sosialisasi program pada Juli 2025, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan langsung oleh kader pada Juli–Agustus 2025.

Setiap kader mendampingi satu ibu nifas secara berkelanjutan, memotivasi, sekaligus memastikan ibu mampu melewati masa nifas dengan aman.

Keberhasilan program diukur dari peningkatan pengetahuan ibu nifas mengenai tanda bahaya, kemampuan melakukan deteksi dini secara mandiri, serta meningkatnya rasa percaya diri mereka dalam menjaga kesehatan pasca persalinan.

“Melalui metode SISKa, kami ingin setiap ibu nifas merasa tidak sendirian. Ada kader yang siap mendampingi, menjadi sahabat, sekaligus penjaga yang sigap mengenali tanda bahaya sebelum berkembang menjadi komplikasi serius,” ujar Dina Dewi Anggraini.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menekan angka kematian ibu di Blora, sekaligus menjadi model inovasi yang bisa direplikasi di daerah lain.

Penulis: Dosen Prodi Kebidanan Blora Program Diploma III, Poltekkes Kemenkes Semarang, Dina Dewi Anggraini, S.S.T.Keb., M.Kes., dan Elisa Ulfiana, S.SiT., M.Kes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!