Blora (INFO MEDIA) – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa SMP Negeri 1 Blora resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Penetapan tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Blora menerima surat resmi dari Badan Gizi Nasional, menyusul tingginya jumlah siswa yang terdampak.
Sekretaris Dinkesda Blora, Nur Betsia, menyampaikan bahwa total kasus dugaan keracunan makanan yang ditangani RSU dr. R. Soetijono Blora dan RS DKT Blora mencapai 122 siswa. Dari jumlah tersebut, 117 siswa menjalani rawat jalan, sementara 5 siswa dirawat inap.
“Saat ini pasien rawat inap tinggal tiga orang, dua dirawat di RSU Blora dan satu di RS DKT Blora. Kondisi mereka baik dan mudah-mudahan segera diizinkan pulang,” ujarnya.
Nur menjelaskan bahwa tim kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Pemeriksaan dilakukan mulai dari dapur penyedia makanan MBG, meliputi dokumen akreditasi dapur, sertifikat laik higiene dan sanitasi, SOP pengolahan makanan, kebersihan peralatan, hingga proses pengolahan, penyajian, dan distribusi makanan ke sekolah.
“Sertifikat laik higiene sanitasi dan SOP sebenarnya sudah ada, meski belum seluruhnya terpasang. Kami juga melakukan investigasi langsung dari proses pengolahan hingga distribusi makanan,” terangnya, Kamis (27/11/2025) di ruang rapat Setda Blora.
Hingga kini, Dinkesda belum dapat memastikan penyebab keracunan. Kepastiannya akan diketahui setelah hasil uji laboratorium dari sampel makanan, sampel feses dan muntahan, serta sampel air yang dikirim ke BLK Semarang selesai diproses oleh Dinas Kesehatan dan BPOM.
“Pemeriksaan mikrobiologi membutuhkan waktu sekitar satu minggu,” tambahnya.
Terkait penanganan medis, Dinkesda memberikan pengobatan sesuai gejala yang dialami para siswa.
“Jika anak mengalami mual atau muntah, diberikan obat anti mual. Untuk yang diare kami berikan obat diare. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak,” jelas Nur.
Sebelumnya, ratusan siswa di SMP Negeri 1 Blora dikabarkan mengalami gejala mual, muntah, dan diare usai menyantap meal box program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (25/11) sekitar pukul 10.00 WIB, ratusan siswa dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
