Blora (INFO MEDIA) – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora menurunkan tim medis ke lokasi kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo.
Kehadiran tim kesehatan ini untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang terdampak sekaligus memberikan pelayanan darurat bagi para korban.
Pantauan di lapangan, sejumlah tenaga medis disiagakan di posko pengungsian yang berjarak sekitar satu kilometer dari titik kebakaran.
Mobil ambulans dan tenda darurat juga dipasang untuk memberikan pelayanan cepat apabila terjadi keadaan gawat darurat.
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat mengatakan tim kesehatan diturunkan sejak hari pertama kejadian.
Menurutnya, fokus utama adalah menangani korban luka bakar, memastikan kebutuhan obat-obatan terpenuhi, serta melakukan pemantauan kesehatan bagi pengungsi.
“Kami menyiapkan tim medis yang berjaga 24 jam di posko dalam tiga shift. Beberapa warga mengalami sesak napas akibat paparan asap, langsung kami tangani di tenda darurat. Sementara korban luka bakar berat sudah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif,” kata Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, pada Senin (25/8/2025).
Selain pelayanan medis, kata dia, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap warga yang masih bertahan di pengungsian.
Pemeriksaan meliputi tekanan darah, suhu tubuh, hingga kondisi psikis warga yang mengalami trauma. Dinkesda Blora turut menyalurkan vitamin, obat pereda batuk, serta masker untuk mencegah gangguan pernapasan akibat sisa asap kebakaran.
Salah seorang warga terdampak, Suyarmi (42) mengaku lega dengan keberadaan tenaga medis di posko.
“Sejak kebakaran itu, kami takut pulang karena asap masih terasa. Di sini kami diperiksa rutin, anak-anak juga dikasih vitamin. Setidaknya kami merasa lebih tenang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sabit (60), warga lain yang ikut mengungsi. Ia mengatakan sebagian warga sempat mengalami batuk-batuk setelah beberapa hari terpapar asap.
“Syukurlah ada tenaga kesehatan yang siap membantu. Kalau tidak, mungkin banyak yang jatuh sakit,” katanya.
Dinkesda Blora juga berkoordinasi dengan BPBD, TNI-Polri, Pertamina, dan relawan dalam penanganan darurat.
Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat tidak kembali dulu ke rumah masing-masing sebelum situasi benar-benar dinyatakan aman. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegas Kepala Dinkesda.
Hingga Minggu malam, sebagian warga masih bertahan di posko pengungsian.
Sementara itu, tim medis terus melakukan pemantauan agar tidak ada warga yang luput dari pelayanan kesehatan.
