BPJS Kesehatan dan IBI Pati Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks

Pati (Info Media) — BPJS Kesehatan Cabang Pati bersinergi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Pati menggelar pemeriksaan Pap smear untuk meningkatkan deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim di Puskesmas Tayu I, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan IBI Ranting Tayu tersebut menjangkau lima kecamatan, yakni Tayu, Gunungwungkal, Dukuhseti, Margoyoso, dan Cluwak.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Nuzuludin Hasan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi melalui pemeriksaan secara berkala.

“BPJS Kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mendorong upaya pencegahan melalui deteksi dini. Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kepedulian perempuan terhadap kesehatan reproduksinya,” ujarnya.

Menurut dia, kolaborasi dengan organisasi profesi dan fasilitas kesehatan diperlukan untuk memperluas edukasi sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat.

Ia juga mengajak perempuan untuk tidak menunggu hingga muncul keluhan sebelum memeriksakan kesehatan reproduksinya.

Ketua IBI Ranting Tayu Erma Kristina menjelaskan, Pap smear merupakan salah satu metode skrining untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Ia mengatakan kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi human papillomavirus (HPV) berisiko tinggi yang menetap. Karena itu, pencegahan dan pemeriksaan sesuai anjuran tenaga kesehatan perlu menjadi perhatian perempuan.

“Perempuan tidak perlu takut atau malu untuk melakukan pemeriksaan Pap smear karena deteksi dini sangat penting. Jangan menunggu sampai muncul keluhan, tetapi mulailah peduli terhadap kesehatan reproduksi sejak sekarang,” katanya.

Erma menambahkan, pemeriksaan umumnya berlangsung singkat, meskipun sensasi yang dirasakan dapat berbeda pada setiap orang. Edukasi yang tepat diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran perempuan sehingga tidak ragu menjalani skrining.

Berdasarkan estimasi Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia mencatat sekitar 36.964 kasus baru kanker serviks dan 20.708 kematian akibat penyakit tersebut.

Data itu menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.

“Jika ditemukan kelainan, peserta dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan lanjutan yang sesuai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tayu I Lilis Puji Yulianto menyambut baik kolaborasi BPJS Kesehatan dan IBI Cabang Pati tersebut. Menurut dia, kegiatan ini dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan perempuan sekaligus memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

“Kami mendukung penuh kegiatan pemeriksaan Pap smear ini sebagai langkah menjaga kesehatan perempuan. Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut datang ke fasilitas kesehatan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” katanya.

Lilis berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ia juga mengimbau perempuan agar tidak menunda konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh informasi mengenai skrining kanker serviks dan pilihan pemeriksaan yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!