Blora (Info Media) — Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menekankan pentingnya soliditas dan kerapian struktur organisasi dalam memperkuat konsolidasi kader PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan Edy saat menghadiri Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) PDI Perjuangan di daerah pemilihan (dapil) III yang meliputi Kecamatan Jati, Kradenan, dan Randublatung di Lapangan Gelora Pilang, Kecamatan Randublatung, Sabtu (19/9/2026).
“Kalau pasukannya sudah seperti ini, ditata dengan rapi, kemudian semuanya memiliki semangat yang sama, saya meyakini PDI Perjuangan di Kabupaten Blora ke depan akan semakin solid dan semakin baik,” katanya.
Menurut Edy, konsolidasi hingga tingkat ranting dan anak ranting menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan semangat kader dalam menjalankan tugas organisasi sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap kader PDI Perjuangan di Blora dapat mengambil peran dalam kepemimpinan daerah dengan membawa misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum marhaen, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan Bung Karno.
Dalam kegiatan tersebut, PDI Perjuangan Blora juga mengangkat nilai-nilai ajaran Samin Surosentiko sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Blora Selatan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora Andita Nugrahanto mengatakan pengangkatan sosok Samin Surosentiko merupakan bentuk penghormatan terhadap tokoh adat dan budayawan yang memiliki keterikatan kuat dengan masyarakat Blora.
“Blora Selatan sangat kental dengan adat dan tokoh budayawan Samin Surosentiko. Ini bentuk penghormatan kami terhadap beliau sebagai tokoh adat dan budayawan yang dekat dengan masyarakat Blora,” katanya.
Andita mengatakan nilai-nilai Sedulur Sikep yang berkembang dari ajaran Samin Surosentiko, antara lain kejujuran, kesederhanaan, keteguhan memegang prinsip, serta kehidupan yang selaras dengan alam.
Nilai kejujuran tersebut, kata dia, juga relevan dengan pesan kepada kader agar mampu membangun kepercayaan masyarakat.
“Kejujuran dan kepercayaan itu seperti dua sisi mata uang. Kepercayaan masyarakat itu mahal. Karena itu, saya berpesan kepada kader-kader PDI Perjuangan di Blora agar menjadi orang-orang yang jujur sehingga kita dapat dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.
Musran dan Musanran di dapil III tersebut diikuti 1.015 peserta dari tiga kecamatan.
Randublatung menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 446 orang, disusul Jati 350 orang dan Kradenan 219 orang.
Secara keseluruhan, struktur organisasi yang mengikuti kegiatan tersebut meliputi 40 desa, 33 PAC, 280 ranting, 234 dukuh, dan 702 anak ranting.
Kegiatan konsolidasi PDI Perjuangan sebelumnya juga digelar di sejumlah dapil di Kabupaten Blora.
Konsolidasi dapil I yang meliputi Kecamatan Blora, Jepon, Jiken, dan Bogorejo digelar di Lapangan Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Minggu (30/8/2026), dengan diikuti 1.388 kader.
Sementara konsolidasi dapil V yang meliputi Kecamatan Tunjungan, Banjarejo, dan Ngawen digelar di Lapangan Desa Gondang, Kecamatan Ngawen, Minggu (6/9/2026), dengan diikuti 1.132 kader.
Adapun konsolidasi dapil IV yang meliputi Kecamatan Todanan, Kunduran, dan Japah digelar di Lapangan Todanan, Kecamatan Todanan, Minggu (13/9/2026), dengan diikuti 1.146 kader.
