PDI Perjuangan Blora Angkat Nilai Samin Surosentiko dalam Musran-Musanran Dapil 3

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengangkat nilai-nilai Samin Surosentiko dalam pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) di daerah pemilihan (dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Jati, Kradenan, dan Randublatung. DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengangkat nilai-nilai Samin Surosentiko dalam pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) di daerah pemilihan (dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Jati, Kradenan, dan Randublatung.

Blora (Info Media) — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengangkat nilai-nilai Samin Surosentiko dalam pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) di daerah pemilihan (dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Jati, Kradenan, dan Randublatung.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Gelora Pilang, Kecamatan Randublatung, Sabtu (19/9/2026), tersebut mengangkat sosok Samin Surosentiko sebagai tokoh adat dan budayawan yang memiliki keterikatan kuat dengan masyarakat Blora, khususnya wilayah Blora Selatan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora Andita Nugrahanto mengatakan pengangkatan sosok Samin Surosentiko merupakan bentuk penghormatan terhadap tokoh yang memiliki pengaruh dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Blora.

“Blora Selatan sangat kental dengan adat dan tokoh budayawan Samin Surosentiko. Ini bentuk penghormatan kami terhadap beliau sebagai tokoh adat dan budayawan yang dekat dengan masyarakat Blora,” katanya.

Ia mengatakan nilai-nilai Sedulur Sikep yang berkembang dari ajaran Samin Surosentiko, antara lain kejujuran, kesederhanaan, keteguhan memegang prinsip, serta kehidupan yang selaras dengan alam.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi bagian dari konsep pelaksanaan Musran dan Musanran yang mempertemukan struktur organisasi PDI Perjuangan dari tingkat ranting hingga anak ranting.

Nuansa budaya lokal juga ditampilkan melalui penggunaan iket oleh peserta serta ornamen tradisional dalam kegiatan tersebut.

“Ini untuk menghormati beliau, sosok tokoh budayawan dan tokoh adat yang sangat kental dengan warga di Blora Selatan,” ujarnya.

Andita mengatakan kegiatan Musran dan Musanran di dapil 3 tersebut diikuti 1.015 peserta dari tiga kecamatan.

Randublatung menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 446 orang, disusul Jati sebanyak 350 orang dan Kradenan sebanyak 219 orang.

“Secara keseluruhan, struktur organisasi yang mengikuti kegiatan tersebut meliputi 40 desa, 33 PAC, 280 ranting, 234 dukuh, dan 702 anak ranting,” katanya.

Berdasarkan wilayah, Kecamatan Randublatung memiliki 18 desa, 11 PAC, 126 ranting, 103 dukuh, dan 309 anak ranting.

Kecamatan Jati memiliki 12 desa, 11 PAC, 84 ranting, 85 dukuh, dan 255 anak ranting. Sementara Kecamatan Kradenan terdiri atas 10 desa, 11 PAC, 70 ranting, 46 dukuh, dan 138 anak ranting.

“Nilai-nilai lokal tersebut kami angkat sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus untuk menjaga identitas budaya masyarakat Blora Selatan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!