Tingginya ANGKA KEMATIAN COVID-19, Pemkab BENTUK RELAWAN Pemulasaraan JENAZAH Di RSUD

Tim Gugus Tugas Covid-19

BLORA, INFOMEDIA.ID

Tingginya angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Blora membuat tenaga pemulasaraan jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kewalahan. Hal ini pun langsung direspon Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Blora dengan membentuk relawan pemulasaraan jenazah.

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST, MM memimpin rapat pembentukan relawan pemulasaraan jenazah Covid-19, dilaksanakan di ruang pertemuan Setda Kabupaten Blora, pada Sabtu (03/7/2021).

Turut hadir dalam rapat tersebut Ketua Komisi D DPRD Blora Ahmad Labib Hilmy, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Blora, Drs. Sugiyanto, M.Si, dan Ketua Baznas KH Ali Muhdlor.

Sedangkan relawan terdiri dari perwakilan beberapa ormas keagaamaan dan organisasi masyarakat. Mulai NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, hingga BAMAG dan PMI.

“Terimakasih atas kesediaan saudara semuanya untuk bergabung menjadi relawan. Kita tahu ini adalah kerja sosial sekaligus kerja kemanusiaan, karena angka kematian akibat Covid-19 di Blora ini masih tinggi,” ucap Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST., MM.

Menurut Wabup, dalam sehari kemarin (Jumat) di Blora ada 15 kasus kematian, baik di RSUD Blora maupun di rumah sakit lainnya. Sehingga tim pemulasaraan jenazah harus kerja ekstra. Akibatnya antrian pemulasaraan jenazah terjadi hingga jelang sore.

“Kami berharap nantinya tim relawan yang akan dikoordinatori langsung oleh Gus Labib (Ketua Komisi D DRPD Blora) ini bisa segera dibentuk dan disusun jadwalnya untuk standby dengan system shif di posko RSUD Blora. Kita sudah sediakan tenda di halaman belakang RSUD,” ucap Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Etik ini.

Pihaknya menyampaikan bahwa relawan ini terdiri dari SDM yang memang sudah terlatih dan terbiasa melakukan pemulasaraan jenazah. Sehingga tinggal diberikan arahan tentang protokol kesehatan dan penggunaan APD nya agar kesehatannya terjamin.

“Sementara ini sudah ada 22 nama yang terdaftar. Nanti bisa ditambah lagi. Untuk yang mengikuti pertemuan hari ini kita fokuskan untuk RSUD Blora. Sedangkan yang RSUD Cepu nanti juga akan kita bentuk, sehingga bisa di SK kan untuk menerima kesejahteraan. Kita juga ajak perwakilan BAMAG agar ketika ada jenazah dari non Islam bisa ikut tertangani dengan baik,” tambah Wabup.

Tidak hanya pemulasaraan jenazah di rumah sakit saja, relawan ini nantinya juga mengawal  pengiriman jenazah hingga ke pemakaman. Pemkab akan mengupayakan adanya mobil untuk operasional.

Sementara itu, Ketua Baznas KH Ali Muhdlor menyambut positif adanya pembentukan relawan untuk pemulasaraan jenazah ini. Pihaknya dari Baznas siap membantu dan mencukupi kebutuhan para relawan ini.

“Baznas siap untuk turun membantu penanganan ini. Ini semua sebagai bentuk antisipasi. Namun juga harus tetap berdoa semoga korban jiwa bisa semakin berkurang,” ungkap Mbah Ali, sapaan akrab KH Ali Muhdlor.

Adapun Ketua Komisi D DPRD Blora Ahmad Labib Hilmy, yang dipercaya sebagai koordinator relawan ini meminta agar pihak RSUD tetap mengutamakan aspek kesehatan para relawan.

“Kesehatan para relawan ini harus menjadi hal utama yang diperhatikan. Rumah Sakit tolong untuk memberikan pembekalan terlebih dahulu tentang prokesnya dan penggunaan APD,” ujar Gus Labib.

Hal ini pun langsung direspon dr. Jamil Muhlisin, Kabid Pelayanan RSUD dr. R. Soeprapto Blora yang juga hadir dalam pertemuan terbatas itu. Menurutnya RSUD sangat menyambut baik dan siap bekerjasama dengan para relawan.

“Kemarin di RSUD kami ada 9 kematian sehingga petugas pemulasaraan jenazah harus kerja ekstra. Bahkan pernah sehari menangani 15 jenazah Covid-19. Kondisi seperti ini jika terus berlanjut, kami khawatir tenaga pemulasaraan bisa kelelahan dan jatuh sakit. Oleh sebab itu dengan adanya relawan ini maka bisa berbagi tugas sehingga jenazah bisa segera tertangani dan tidak mengantri lama untuk kemudian dimakamkan,” papar dr. Jamil.

Dengan adanya posko di RSUD Blora, relawan nantinya juga bisa diperbantukan ke rumah sakit lainnya yang ada di sekitaran Blora Kota dengan menyediakan call center khusus. (*Feb).