Blora (Info Media) — SD Katolik Santa Louisa Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang berdiri sejak 1959, mendapatkan program revitalisasi senilai Rp998 juta untuk memperbaiki enam ruang kelas yang mengalami pelapukan akibat usia bangunan.
Kepala SD Katolik Santa Louisa Cepu, Evy Setyo Utami, mengatakan kondisi bangunan sekolah sebelumnya sudah memprihatinkan. Sejumlah material kayu dan tiang penyangga mengalami pelapukan, sementara kondisi tanah yang bergerak turut menjadi perhatian dalam pemeliharaan bangunan.
“Kayu-kayu bangunan ini sudah lapuk dan termakan usia. Tiang-tiang penyangganya juga sudah lapuk,” ujarnya di Blora, Jumat.
Pengerjaan revitalisasi dimulai pada 17 Agustus 2026. Memasuki pekan ke-10 pelaksanaan, progres pembangunan telah mencapai 50 persen. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada tahap pengacian dinding.
Revitalisasi mencakup seluruh enam ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih aman dan nyaman. Selama proses pembangunan berlangsung, sebagian siswa mengikuti pembelajaran di aula sekolah.
Evy menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ia berharap perbaikan tersebut dapat meningkatkan kualitas fasilitas belajar di sekolah yang telah puluhan tahun digunakan untuk kegiatan pendidikan.
Saat ini, SD Katolik Santa Louisa Cepu memiliki 92 siswa. Pelaksanaan revitalisasi juga melibatkan 18 tenaga kerja lokal sehingga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Program tersebut turut disambut baik oleh Indri, salah seorang alumni yang lulus pada 1994.
Sejak 2023, ia kembali berkarya di sekolah tersebut setelah sebelumnya mengajar di taman kanak-kanak (TK).
Indri mengatakan, kondisi bangunan sekolah tidak banyak berubah sejak dirinya masih menjadi siswa hingga kembali bekerja di tempat tersebut.
“Dari saya sekolah sampai sekarang, bentuknya masih sedemikian rupa,” katanya.
Ikatan Indri dengan sekolah itu juga terjalin melalui keluarganya. Ibunya, yang kini berusia sekitar 70 tahun, merupakan alumni SD Katolik Santa Louisa Cepu.
Karena itu, ia menyambut baik revitalisasi yang diharapkan mampu memperbaiki kondisi bangunan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para siswa.
“Terima kasih kepada pemerintah melalui program revitalisasi ini,” ujarnya.
